Perang Saudara di Somalia

Kepentingan Di Balik Krisis Baru di Somalia

Oleh: Mansyur Alkatiri *

Dimuat di Harian SUARA MERDEKA, 23 Juni 1993

Setelah selama berbulan-bulan berada dalam keadaan lumayan tenang, Somalia kembali bergolak. Negara di Tanduk  Afrika ini sekarang mendapat gempuran bergelombang dari pasukan Amerika Serikat yang bertindak atas nama PBB. Tujuan serangan ini adalah menghancurkan kekuatan faksi terbesar di Somalia, sekaligus meringkus pemimpinnya yaitu Jenderal Mohammad Farah Aidid. Milisi Aidid  ini dituduh bertanggung-jawab atas kematian 23 anggota pasukan perdamaian PBB asal Pakistan tanggal 5 Juni lalu.

Peristiwa pembunuhan tersebut memang amat memprihatinkan dan sungguh tak bisa dibenarkan. Akan tetapi tindakan balas dendam membabi buta yang dilakukan dengan serangan udara oleh pasukan Amerika Serikat dan penembakan terhadap para demonstran tak bersenjata oleh pasukan PBB, patut dipertanyakan pula. Belasan warga sipil tewas oleh serangan udara AS dan 20 lainnya menemui ajal ketika diberondong tentara PBB asal Pakistan. Padahal reso­lusi Dewan Keamanan hanya memberi wewenang pasukan PBB untuk menangkap dan menghukum mereka yang bersalah.

Memang resolusi tersebut juga mengijinkan tindakan keras bila diperlukan, sean­dainya pihak yang bersalah tak mau menyerah. Tapi tentunya terdapat konsekwensi logis yaitu harus diadakan dulu penyelidikan yang cermat untuk menentukan dalang peristiwa 5 Juni, sehingga bisa diketahui secara tepat siapa yang bersalah dan mesti dihukum.
BACA SELENGKAPNYA “Perang Saudara di Somalia”