Eritrea Duduki Pulau Yaman

Udang Israel di Balik Batu Eritrea

Oleh MANSYUR ALKATIRI

Majalah UMMAT, Thn. I No. 15, 22 Januari 1996 / 3 Ramadhan 1416 H

Negara mini Eritrea menduduki pulau milik Yaman. Israel dituding berada di Balik Aksi itu.

Berantakan sudah hubungan mesra Yaman-Eritrea yang sudah puluhan tahun terbina. Pemicunya adalah pendudukan militer Eritrea atas Pulau Hanish Besar di Laut Merah yang disengketakan (18/12). Yaman agaknya tak siap menghadapi serangan Eritrea. Sebab, sebelumnya kedua negara sudah sepakat akan menyelesaikan sengketa Kepulauan Hanish pada Februari 1996. Ternyata, kesepakatan itu cuma taktik Asmara (ibu kota Eritrea) untuk mencaplok Hanish.

BACA SELENGKAPNYA “Eritrea Duduki Pulau Yaman”

Optimisme Muslim di Amerika Serikat

OPTIMISME MUSLIM DI “NEGERI DEMOKRASI”

Oleh MANSYUR ALKATIRI

Majalah UMMAT, Thn. I No. 15, 22 Januari 1996 / 3 Ramadhan 1416 H

Imam Warithuddin berhasil mengangkat peran Muslim Afro-Amerika. Kini posisi politik mulai dirambah

IMAM WARITH DEEN MUHAMMAD. Memimpin Muslim menapak masa depan

Mungkinkah seorang Muslim menjadi calon presiden di Amerika Serikat? Mengapa tidak? Imam Warith Deen Muhammad (62), pemimpin Muslim Afro-Amerika (kulit hitam AS), kini tengah memikirkan kemungkinan itu. Namun, meski dirinya seorang tokoh kulit hitam, Warith Deen tak merasa harus menampilkan seorang calon Muslim kulit hitam. “Bisa jadi dia Muslim keturunan India, Pakistan, atau Mesir,” tegasnya pada surat kabar Arab News.

Keinginan Warith Deen memang beralasan. Muslim di Amerika, termasuk kaum Afro-Amerika-nya tengah mengalami kemajuan pesat selama tahun-tahun terakhir. Peran politiknya juga kian meningkat. “Kami punya orang-orang yang duduk dalam posisi penting di pemerintahan di New Jersey, Atlanta, Chicago, Los Angeles, dan banyak kota lainnya. Salah satunya malah menjadi wakil walikota di Detroit, Michigan,” tutur Warith Deen. Kenyataan inilah yang membuat Imam Warith optimis terhadap masa depan Islam di AS.
BACA SELENGKAPNYA “Optimisme Muslim di Amerika Serikat”

“Suksesi” di Negeri Petrodolar

Oleh MANSYUR ALKATIRI

Majalah UMMAT Thn. I No. 15, 22 Januari 1996 / 3 Ramadhan 1416 H

ABDULLAH BIN ABDUL AZIZ. Calon pemimpin baru Arab Saudi

Diiringi optimisme dan kekhawatiran, Abdullah menggantikan Fahd sebagai kepala pemerintahan. Kepentingan AS bakal terancam?

Putera Mahkota Arab Saudi, Abdullah bin Abdul Aziz, tampaknya berhasil memenangkan persaingan dengan adik tirinya, Pangeran Sultan. Raja Fahd telah menunjuknya untuk “memimpin urusan kenegaraan” -kata lain dari penyerahan kekuasaan- karena alasan kesehatan.

Penyerahan kekuasaan ini memang masih sementara, menunggu raja benar-benar sembuh dari sakit stroke yang dideritanya sejak akhir November lalu. Glyn Davies, jurubicara Kementerian Luar Negeri AS juga berkeyakinan demikian. “Itu sementara sifatnya, bukan selamanya,” ujarnya pada Reuters. Namun, menurut sumber-sumber di Saudi, seperti dikutip kantor berita AFP, “Raja menderita sakit serius dan sulit untuk kembali pulih.”

BACA SELENGKAPNYA ““Suksesi” di Negeri Petrodolar”

Erbakan, Sang Penentang Kemalisme

Oleh: Mansyur Alkatiri

Majalah UMMAT, Thn. I No. 15, 22 Januari 1996 / 3 Ramadhan 1416 H

NECMETTIN ERBAKAN. Dimusuhi kaum sekuler-liberal Turki karena keislamannya

Meskipun muncul sebagai pemenang pemilu, Necmetin Erbakan, pemimpin Partai Kesejahteraan (RP), ternyata sulit menjadi perdana menteri. Kemenangannya tak mutlak hingga tak bisa memerintah sendirian.  Sementara perbedaan ideologis yang cukup mendasar dengan partai-partai lainnya, membuat Erbakan sulit mencari mitra koalisi.
BACA SELENGKAPNYA “Erbakan, Sang Penentang Kemalisme”