Islam di Polandia

Napas Lega Penanam Budi

Oleh: Mansyur Alkatiri

Majalah UMMAT Thn. I No. 17, 19 Februari 1996 / 29 Ramadhan 1416 H

Sudah enam abad sejarah Muslim Polandia. Runtuhnya komunisme kini membawa hikmah.  

Kota pelabuhan Gdansk menyita perhatian internasional sejak awal 1980-an. Dari kota ini Lech Walesa, memimpin para buruh yang tergabung dalam serikat buruh bebas Solidaritas, memulai perjuangan melelahkan untuk mendepak sistem komunisme. Namun tak banyak orang tahu, bahwa kota ini juga menyimpan sejarah kegemilangan umat Islam.  Gdansk, yang semasa pendudukan Nazi Jerman diubah namanya menjadi Danzig, pernah menjadi pusat masyarakat dan militer Muslim.

Sejarah Islam di negeri ini bermula dengan kedatangan Muslimin Tatar dari Lithuania, sekitar enam abad lalu. Mereka diundang oleh penguasa setempat guna melindungi Polandia dari serangan Jerman, Rusia dan Swedia. Sehingga tak salah kalau ada yang menyebut, Polandia sesungguhnya berhutang budi pada Umat Islam.

Karena kesetiaan dan keberaniannya , orang-orang Islam ini mendapat hak-hak istimewa. Mereka memperoleh beberapa daerah di Polandia dan Lithuania guna membentuk komunitas Muslim.
BACA SELENGKAPNYA “Islam di Polandia”

Siapa Berkomplot Penjarakan Omar Abdel-Rahman?

Siapa Berkomplot?

Oleh: Mansyur Alkatiri

Majalah UMMAT, Thn. I No. 17, 19 Februari 1996 / 29 Ramadhan 1416 H

Pengadilan AS jatuhkan vonis penjara seumur hidup bagi Omar Abdel Rahman. Namun proses pengadilan berjalan penuh kontroversi.

Dr. Syeikh Omar Abdel Rahman (57), ulama tuna netra asal Mesir, sia-sia meminta keadilan mahkamah Amerika. Pembelaan yang ia lakukan selama 100 menit, Rabu 17 Januari lalu, tak sedikitpun membangkitkan simpati hakim Pengadilan Distrik New York, Michael B. Mukasey. Dengan enteng Mukasey menyela pembelaan Syeikh Omar dan menganggapnya bisa “menyesatkan masyarakat.” Lantas Mukasey mengetokkan palu hukuman: penjara seumur hidup bagi doktor ilmu syari’ah lulusan Universitas Al Azhar ini.

Sembilan orang yang dianggap sebagai pengikut Syeikh Omar di  Amerika Serikat juga dijatuhi hukuman penjara, berkisar antara 25 tahun sampai seumur hidup. Termasuk El Sayyid Nossair, imigran asal Mesir, yang dijatuhi hukuman penjara seumur hidup. Nossair pernah dituduh membunuh Rabbi Meir Kahane, seorang pendeta Yahudi rasialis, di tahun 1991. Namun karena tak cukup bukti ia dibebaskan, hanya dikenai dakwaan memiliki senjata api ilegal.
BACA SELENGKAPNYA “Siapa Berkomplot Penjarakan Omar Abdel-Rahman?”

Inggris Usir Oposan Arab Saudi

Membangkang Sampai ke Bulan

Oleh: Mansyur Alkatiri

Majalah UMMAT Thn. I No. 16, 5 Februari 1996 / 15 Ramadhan 1416 H

Tokoh hak-hak asasi Arab Saudi di usir dari Inggris. London pilih uang daripada hak-hak asasi.

Semboyan bisnis lebih penting dari hak-hak asasi, rupanya bukan monopoli negara Dunia Ketiga. Inggris juga mempraktekannya. Demi memelihara hubungan bisnis dengan Arab Saudi, pemerintah London memerintahkan deportasi terhadap tokoh oposisi sekaligus pejuang hak-hak asasi Saudi, Dr. Muhammad al-Mas’ari (49) dan Dr. Sa’ad al-Faqih pada 9 Januari lalu. Al-Mas’ari, ahli fisika yang tiba di negeri ini pada April 1994, adalah tokoh utama Committee for the Defence of Legitimate Rights (CDLR) yang berpusat di London.

Mas’ari diberi waktu 10 hari untuk mengajukan banding. Kalau kesempatan ini tak digunakan, ia akan segera dipindahkan ke Republik Dominika, di Karibea. Al-Mas’ari tahun lalu juga sudah akan dikembalikan ke Yaman, darimana ia dulu masuk ke Inggris. Namun rencana ini digagalkan pengadilan yang menganggap itu akan membahayakan jiwa Mas’ari.
BACA SELENGKAPNYA “Inggris Usir Oposan Arab Saudi”

Menyelamatkan Monumen Cinta Tajmahal

Majalah UMMAT, Thn. I No. 16, 5 Februari 1996 / 15 Ramadhan 1416 H

Taj Mahal terancam hancur akibat polusi. Ada usulan untuk merelokasi pabrik-pabrik penyebabnya.

TAJ MAHAL: Mungkinkah terselamatkan?

Taj Mahal, bangunan monumental dari abad ke-17 yang didirikan Maharaja Moghul, Shah Jehan, untuk mengenang sang permaisuri tercinta, Mumtaz Mahal, sudah lama terancam hancur. Selama puluhan tahun, kepingan-kepingan marmernya remuk dan mengelupas. Kemilau putih empat menaranya berubah menguning.
BACA SELENGKAPNYA “Menyelamatkan Monumen Cinta Tajmahal”

Israel Bunuh Yahya Ayyash

Selamat Jalan Insinyur Ayyash

Oleh: Mansyur Alkatiri

Majalah UMMAT, Thn. I No. 16, 5 Februari 1996 / 15 Ramadhan 1416 H

Hamas ancam balas kematian Yahya Ayyash. Ujian berat bagi ‘kesepakatan perdamaian’ PLO-Israel.

“Shimon Peres, jangan gembira, kami semua Yahya Ayyash,” teriak seorang remaja Palestina mengantar kepergian “Sang Insinyur” Yahya Ayyash di Jalur Gaza. Lebih dari seratus ribu massa Palestina mengiringi jenazah ‘sang perakit bom’ ini, ke tempat peristirahatan terakhirnya, Sabtu (5/1/1996) lalu.

Takbir dan yel-yel yang menyerukan balas dendam dipekikkan di sepanjang jalan ke pemakaman. Para pelajar membakar bendera Israel. Sementara bendera hitam berkibar dimana-mana, menandai suasana berkabung. Sekolah, universitas dan toko-toko tutup di seluruh Gaza, Tepi Barat dan Jerusalem Timur. Seluruh rakyat Palestina, tanpa memandang paham dan agamanya, mentaati hari berkabung nasional selama tiga hari yang diumumkan Hamas. Ayyash menjadi pahlawan dan syuhada Palestina.
BACA SELENGKAPNYA “Israel Bunuh Yahya Ayyash”

Serangan Brutal Rusia ke Dagestan Bebaskan Sandera

Memburu ‘Serigala’ Menghancurkan Desa

Oleh: Mansyur Alkatiri

Majalah UMMAT, Thn. I No. 16, 5 Februari 1996 / 15 Ramadhan 1416 H

Tak peduli keselamatan sandera, pasukan Rusia menyerang markas ‘Serigala Kesepian’.

Rusia akhirnya melancarkan serangan besar ke desa Pervomaiskoye, yang selama beberapa hari ini menjadi markas darurat pejuang Chechen. Desa yang masuk wilayah Republik Otonomi Muslim Dagestan inipun hancur akibat gelombang serangan helikopter, roket dan mortir, yang dimulai Senin (15/1/1996) kemarin. Rusia kelihatan tak peduli lagi nasib sandera. Yang penting pasukan komando “Serigala Kesepian” Chechen pimpinan Salman Raduyev harus dihabiskan. “Mereka itu para bandit yang harus dimusnahkan,” ujar jubir Pasukan Federal Rusia (FSS), Aleksandr Mikhailov.

Para pejuang yang jumlahnya sekitar 150 orang itu, berada dalam kepungan pasukan Rusia yang berusaha mencegahnya pulang kembali ke Chechnya. Rusia mengkhianati perjanjian yang telah disepakati sebelumnya, yaitu mengijinkan para pejuang pulang ke Chechnya dengan imbalan pembebasan sandera. Pejuang telah membebaskan hampir semua sandera yang jumlahnya sekitar 2.000 orang itu. Hanya 100 orang yang dibawa sebagai jaminan.
BACA SELENGKAPNYA “Serangan Brutal Rusia ke Dagestan Bebaskan Sandera”

Ricky Subagja Tersasar ke Bulutangkis

Majalah UMMAT Thn. I No. 15, 22 Januari 1996 / 3 Ramadhan 1416 H

RICKY SUBAGJA DAN IBUNYA. Ingin naik haji

Waktu kecil RICKY AHMAD SUBAGJA punya hobi main bola. “Namun, karena sering diajak oleh teman kakak, saya akhirnya lebih tertarik pada bulutankis, tuturnya kepada Mansyur Alkatiri dari UMMAT. Dan diawali latihan di klub Kotab dengan pelatih Nara Sudjana, kini Ricky menjadi salah satu pemain ganda nomor wahid di seantero dunia. “Tentunya ini juga berkat dukungan keluarga,” katanya sambil tersenyum.

sebagai pemain kelas dunia, perjaka kasep dari Bandung ini tentu punya motto. “Ya, motto saya adalah berusaha dan berdoa. Termasuk ketika berlatih dan bertanding,” katanya.

Dalam soal doa-berdoa ini, Ricky rupanya serius. Ia tercatat sebagai bendahara di Majelis Taklim Al-Huda, yang diketuai Joko Suprianto. Dan di bulan Ramadhan tahun lalu, majelis ini aktif menyelenggarakan shalat tarawih bersama di pelatnas. Sedangkan Ricky ikut mengisi tanya-jawab Ramadhan di Radio PAS FM. Kalau begitu, apakah ia berniat jadi kiai? “Ah, tidak,” katanya sambil tertawa kecil. “Saya, sih, orang biasa saja. Keluarga saya juga termasuk baiasa-biasa saja dalam beragama,” jelasnya. “Tapi, sebagai orang Islam, saya punya keinginan naik haji, meski waktunya belum pasti. Kan itu rukun Islam,” katanya. Nah, semoga niatnya cepat kesampaian.* (MA, ES)

BACA JUGA:
Eritrea Duduki Pulau Yaman
Optimisme Muslim Amerika Serikat
Album Spiritual Fariz RM