Fenomena Puasa di Mancanegara

Oleh MANSYUR ALKATIRI

Majalah UMMAT Tahun I No. 18, 4 Maret 1996 / 14 Syawal 1416 H

Dimana-mana Muslim melaksanakan ibadah puasa. Masjid penuh dengan jamaah tarawih.

Suasana Shalat Tarawih di sebuah masjid di kota Oslo, Norwegia.

Dari pelataran sebuah masjid di Hanoi, ibukota Vietnam, Doan Hong Cuong (42) memperhatikan orang-orang yang sedang santai merokok dan makan mie di kedai kaki lima. Pemandangan tersebut agaknya sedikit mengganggu kekhusyukan puasanya di bulan Ramadhan ini. Sekali-kali wajahnya berkerut, merenungkan betapa sulitnya menjadi seorang Muslim Vietnam. “Cukup sulit mengikuti perintah puasa secara khusyu dalam masyarakat yang jumlah musliminnya sangat kecil,” ujar Cuong yang tengah berpuasa pada Robert Templer dari kantor berita AFP.
BACA SELENGKAPNYA “Fenomena Puasa di Mancanegara”

Muslim Inggris Boikot Pendidikan Agama di Sekolah

Protes ‘Pendidikan Agama’

Oleh MANSYUR ALKATIRI

Majalah UMMAT Tahun I No. 18, 4 Maret 1996 / 14 Syawal 1416 H

Muslim memboikot “Pendidikan Agama” di sekolah-sekolah

Ratusan orang tua Muslim di wilayah West Yorkshire, Inggris, melarang anak-anak mereka mengikuti pelajaran agama di sekolah. Keputusan tersebut diambil sebagai protes akibat materi pelajaran tersebut tidak seimbang, yaitu memberi porsi terlalu berlebihan pada materi pengajaran agama Kristen.

“Materi pendidikan agama ini lebih banyak berisi pembahasan isi Bibel. Ini menunjukkan bahwa sekolah-sekolah itu tak memperhatikan kepekaan perasaan warga Muslim,” ujar salah seorang orang tua murid.
BACA SELENGKAPNYA “Muslim Inggris Boikot Pendidikan Agama di Sekolah”

Partai Al-Wasat: Wadah Muslim Moderat Mesir

Oleh MANSYUR ALKATIRI

Majalah UMMAT Tahun I No. 18, 4 Maret 1996 / 14 Syawal 1416 H

Aktivis Ikhwanul Muslimin bentuk partai politik. Tokoh Kristen Koptik turut jadi pendirinya.

ABUL ULA MADHI. Islam moderat

Di tengah frustasi politik rakyat Mesir, beberapa aktivis muda gerakan Islam Ikhwanul Muslimin membuat geger dunia politik negeri piramida. Dipimpin oleh Abul Ula Madhi (38), asisten Sekretaris Jenderal Persatuan Insinyur Mesir, mereka mendirikan partai politik baru, Al-Wasat (Moderat).

Al-Wasat telah didaftarkan pada komisi khusus pemerintah yang menangani masalah kepartaian pada Desember lalu. Meski demikian, tak jelas apakah pemerintah bakal mengesahkan keberadaan partai ini, terutama mengingat Presiden Hosni Mubarak kini sedang giat-giatnya membabat para aktivis Ikhwan. Puluhan orang aktivis organisasi yang sebetulnya moderat ini terpaksa mendekam dalam sel-sel penjara Mubarak.
BACA SELENGKAPNYA “Partai Al-Wasat: Wadah Muslim Moderat Mesir”