Kosovo

SKENARIO BOSNIA DI KOSOVO

Oleh: Mansyur Alkatiri

Dari:  Majalah UMMAT No. 35 Thn. III / 23 Maret 1998

Muslim Kosovo tetap tuntut merdeka! Dan Barat mulai memainkan skenario Bosnia untuk mencegah aspirasi itu.

KORBAN KEGANASAN SERBIA. Anak-anak dan wanitapun menjadi sasaran pembantaian
KORBAN KEGANASAN SERBIA. Anak-anak dan wanitapun menjadi sasaran pembantaian

Tindakan Serbia membantai 80 warga Muslim keturunan Albania di Kosovo dua minggu lalu, tak membuat para pemimpin Albania di Kosovo kecut hati. Dengan tegar mereka menolak tawaran berunding dari pihak Serbia Kamis (12/3) kemarin. Padahal Serbia menawarkan memberi otonomi seperti sebelum 1989, pada propinsi di selatan yang 90 persen penduduknya etnis Albania itu.

Etnik Albania menyebut tawaran berunding Serbia itu sebagai alat publisitas semata. “Usulan perundingan itu sandiwara belaka, yang hanya menguntungkan rezim fasis-kriminal Serbia,” ujar salah satu pemimpin etnis Albania, Adem Demaci, aktifis yang pernah puluhan tahun mendekam di penjara Serbia. “Mereka bermaksud menunjukkan pada dunia bahwa pihak Albania lah yang menolak berunding.”

Baca selengkapnya “Kosovo”

Gabriel Batistuta

Dewa Firenze Menatap Paris

Oleh: Mansyur Alkatiri

Dari: Majalah UMMAT, No. 35 Thn. III / 23 Maret 1998

BATISTUTA. Calon Bintang di Paris
BATISTUTA. Calon Bintang di Paris

Batistuta dianggap dewa di Italia. Ia berpeluang menjadi top scorer di Paris.

Bagi warga kota Firenze (Florence), Gabriel Omar Batistuta bukanlah manusia. Ia adalah dewa. “Il nostro dio, Dia dewa kami,” ujar seorang seorang pecandu fanatik La Viola (Si Ungu), julukan klub Fiorentina. Kecintaan warga Firenze pada Batistuta, tak kalah dengan kecintaan warga kota Napoli pada bintang Argentina lainnya, Diego Armando Maradona.

Untuk membuktikan kecintaannya, warga Firenze membuat patung Batistuta di tengah-tengah kota. Patung itu didirikan tak lama setelah Batistuta mempersembahkan Piala Italia bagi warga Firenze pada musim 1995/1996, dengan menggasak Atlanta 3 – 0, dalam dua partai final. Bati, demikian panggilannya, mencetak dua gol.

Kemampuan Bati mencetak gol memang luar biasa. Tak salah kalau ia dijuluki Bati-Gol. Tiga puluh lima kiper dari 25 klub Italia tahu betul sengatan lebah Argentina ini. Ia sering melepaskan tembakan keras dan akurat, dalam waktu begitu cepat dan dari sudut yang amat sempit, hingga membuat banyak kiper dan pemain belakang terperangah.

Baca selengkapnya “Gabriel Batistuta”

Kosovo Diambang Revolusi

Kosovo Diambang Revolusi

Oleh: Mansyur Alkatiri

SUMBER: MAJALAH UMMAT No. 34, Tahun III, 16 Maret 1998 / 17 Zulkaidah 1418 H

Tentara Serbia kembali mengganas. Kini korbannya Muslim Kosovo. Revolusi Kosovo sudah diambang pintu

TENTARA SERBIA BUBARKAN DEMONSTRASI WARGA ALBANIA. Brutal

Sebuah truk Mercedes merah menderu dan berhenti di sebuah lapangan di desa Kilosane, Drenica, 40 km sebelah barat Pristina. Lapangan itu dipenuhi wajah-wajah sedih wanita, yang tak berhenti menangis. Tangis mereka semakin keras, tatkala menyaksikan muatan truk itu dibongkar: 14 jenazah yang telah rusak. Jenazah-jenazah itu lalu dimasukkan ke sebuah gudang gandum. Hampir sekujur tubuh ke-14 mayat penuh bekas luka. Seorang ulama berturban merah lantas membalutnya dengan kain kafan.

Mayat-mayat itu, adalah sebagian dari 24 korban keganasan serdadu Kristen Ortodoks Serbia, akhir Februari. Polisi dan unit paramiliter Serbia yang tengah mencari para pejuang Tentara Pembebasan Kosovo (UCK), menyiksa dan mengeksekusi warga sipil keturunan Albania.

Polisi dan unit paramiliter Serbia yang berseragam serba hitam itu kalap setelah empat rekannya dibunuh oleh pejuang UCK dalam dua serangan terpisah sebelumnya. Dan mereka mengalahkan kekalapan pada warga sipil.
Baca selengkapnya “Kosovo Diambang Revolusi”

Irak Menemukan Islam Kembali

Irak Menemukan Islam Kembali

Oleh: Mansyur Alkatiri

SUMBER: MAJALAH UMMAT No. 34, Tahun III, 16 Maret 1998 / 17 Zulkaidah 1418 H

Tujuh tahun sanksi PBB, justeru membuat rakyat Irak kembali pada Islam. Saddam Hussein pun ikut alim.

SADDAM HUSSEIN. Bulan madu

Di jantung kota Baghdad, para kuli bekerja keras membangun konstruksi masjid yang besar nan megah. Bangunan yang masih pada tahap awal ini akan diberi nama Masjid Saddam. Dari namanya, tentu bisa diterka siapa yang paling antusias menanti rampungnya pembangunan masjid itu.

Namun, bukan cuma Presiden Saddam Hussein yang ingin cepat melihat bangunan agung itu berdiri. Warga Irak pun rata-rata tak sabar menunggu. Dibangun di atas kawasan Muthana Airport, Masjid Saddam diperkirakan bisa menampung sekitar 45.000 jamaah. Memang luar biasa. Arsiteknya pun sudah merencanakan membangun sejumlah menara setinggi 100 hingga 150 meter.

Bagi orang yang tahu sepak terjang Saddam Hussein dan Partai Baath dulu, pembangunan masjid agung itu memang terasa aneh. Sejak awal berkuasa di akhir 1970-an, Saddam dengan bengis menghabisi seluruh lawan politiknya, terutama gerakan-gerakan Islam. Kelompok komunis pun juga dilindasnya. Ideologi Baathist –yang dipelopori pemikir Kristen Suriah, Michel Aflaq– menggabungkan sosialisme dan nasionalisme Arab.
Baca selengkapnya “Irak Menemukan Islam Kembali”