Faustino Asprilla

SI ANAK BENGAL TERANTUK BATU

Oleh: Mansyur Alkatiri

Dari: Majalah UMMAT, No. 49 Thn. III/ 29 Juni 1998

Pelatih tersinggung, Faustino Asprilla didepak dari tim. Peluang Kolombia mengecil?

"TINO" ASPRILLA. Bengal tapi haus gol
“TINO” ASPRILLA. Bengal tapi haus gol

Si Anak Bengal itu berulah lagi. Dan kali ini ulahnya tak tanggung-tanggung. Ia meninggalkan arena Piala Dunia, arena yang diimpikan oleh seluruh pemain bola, karena marah pada sang pelatih. Ia tidak bisa menerima keputusan pelatih Hernan Dario Gomez yang menariknya keluar lapangan di menit ke-85 pertandingan Kolombia-Rumania (15/6).

“Gomez pilih kasih,” kata striker andal itu. Ia lalu menunjuk pemain-pemain lain yang juga tampil di bawah form tapi tak diganti. Secara khusus ia bahkan menuding kapten tim Carlos Valderrama yang katanya bermain lebih buruk dibanding dirinya. “Valderrama tak diganti karena ia anak emas Gomez,” katanya tajam.

Kecaman itu terang saja membuat merah kuping di pelatih, apalagi¬† Asprilla melakukannya secara terbuka dalam wawancara yang disiarkan Radio Caracol. “Bila masih terus nyerocos seperti itu, dia akan saya tendang dari tim nasional,” ujarnya sewot seperti dikutip Reuters. Gomez tak main-main dengan ancamannya. Ketika Asprilla tak muncul di hotel malam harinya, ia langsung memecatnya dari tim. Si Anak Bengal pun terkena batunya.
Baca selengkapnya “Faustino Asprilla”

Perancis Mengincar Juara Dunia

Pangeran Biru Mengincar Mahkota

Oleh: Mansyur Alkatiri

Dari: Majalah UMMAT, No. 48 Thn. III, 22 Juni 1998

Sebagai tuan rumah Perancis punya peluang meraih gelar juara

PERANCIS. Mengincar Mahkota
PERANCIS. Mengincar Mahkota

 

Piala Dunia baru saja dimulai, namun Aime Jacquet sudah berani sesumbar. Pelatih tim nasional Perancis ini begitu yakin bakal mempersembahkan mahkota juara dunia bagi negaranya. Ia pun langsung memasang ancar-ancar untuk mundur usai turnamen akbar itu. “Pada 13 Juli nanti, saya akan ucapkan selamat tinggal,” katanya. “Pengumuman akan saya sampaikan setelah malam sebelumnya kami melakukan victory lap di Stade de France, setelah tim Perancis merebut mahkota juara dunia.”

Melihat prestasi tim Negeri Parfum ini di kancah internasional tahun-tahun akhir ini, orang boleh mencibir kesombongan Jacquet. Namun pelatih bertubuh kerempeng ini punya alasan kuat untuk berbangga diri. “Saat ini saya punya senjata berlebih. Kami bisa menang dan bermain spektakuler,” tukasnya.
Baca selengkapnya “Perancis Mengincar Juara Dunia”

Brazil Tanpa Romario

TANPA RAJA MASIHKAH MENYENGAT?

 

Oleh: Mansyur Alkatiri

Dari: Majalah UMMAT, No. 47 Thn. III, 15 Juni 1998

Setelah kehilangan Romario, masihkah Brasil punya taji? Pertandingan pembukaan melawan Skotlandia bisa menjadi bukti

Romario FariaAir mata mengucur membasahi wajah Romario Faria, pemain terbaik Piala Dunia 1994. Suaranya parau, ketika harus mencurahkan perasaan karena gagal tampil di Perancis. Nama pahlawan Brasil di Piala Dunia AS ini terpaksa dicoret oleh Pelatih Mario Zagallo, akibat cidera betis yang dideritanya saat latihan di pantai.

“Ada yang gembira mendengar keputusan ini, tapi ada juga yang sedih.¬† Tapi saya pikir anda semua sekarang merasa sedih. Tapi ini bukan berarti salam perpisahan dari saya,” ujar Romario sambil tangannya menutup kepala, pada wartawan Selasa (2/6). Jatah Romario diberikan pada Emerson Ferreira (22), pemain tengah yang bermain di Bayer Leverkusen (Jerman).

Baca selengkapnya “Brazil Tanpa Romario”

Afrika di Piala Dunia

SEKARANG GILIRAN AFRIKA?

Oleh: Mansyur Alkatiri

Dari: Majalah UMMAT, No. 46 Thn. III, 8 Juni 1998

Dengan “legiun asing”nya, Nigeria berpeluang menjadi juara dunia.

TIM NIGERIA DI PIALA DUNIA 1998. Harapan Afrika!
TIM NASIONAL NIGERIA DI PIALA DUNIA 1998. Harapan Afrika!

Untuk pertama kalinya dalam sejarah Piala Dunia, benua Afrika berpeluang besar melahirkan juara dunia. Kans itu ada pada tim Nigeria, yang berjulukan The Super Eagles, atau Elang-Elang Super. Dengan talenta-talenta besar yang tersebar di klub-klub Eropa, Nigeria bisa dikatakan sejajar dengan tim kuat manapun dari Eropa dan Amerika Latin.

Penilaian seperti itu mungkin saja dicibir sebagian orang, yang masih percaya pada hegemoni tim Eropa dan Amerika Latin. Padahal kalau mau jujur, anggapan itu kini tak tepat lagi. Daniel Amokachi dkk sudah membuktikannya dengan sukses meraih medali emas Olimpiade Atlanta 1996. Negara pertama di luar Eropa dan Amerika Latin yang merebut gelar itu.

Baca selengkapnya “Afrika di Piala Dunia”

Bulgaria, Eksodus Baru Muslim

GELOMBANG BARU EKSODUS ETNIS TURKI

Oleh: Mansyur Alkatiri

Dari: Majalah UMMAT, No. 45 Thn. III, 1 Juni 1998

Muslim di Bulgaria dilanda kemiskinan berat. Banyak yang lantas eksodus ke Turki

Masjid di Sofia. Harapan Bersama Allah
Masjid di Sofia. Harapan Bersama Allah

Antena parabola menjulang di atap-atap rumah warga keturunan Turki di desa Rogozche, Bulgaria. Barang itu memungkinkan pemiliknya menerima acara-acara televisi dari negeri leluhur mereka: Turki. Tapi barang itu pula yang nampaknya jua membuat banyak rumah di Rogozche, kini sudah tak berpenghuni. Seolah menjadi saksi diam eksodus warga Muslim etnis Turki ke negara Turki.

Perginya orang-orang itu ke Turki, mengingatkan pada eksodus 300.000 etnis Turki Bulgaria ke Turki pada 1989, akibat kampanye keji rezim komunis Todor Zhivkov. Warga keturunan Turki saat itu dipaksa untuk mengikuti budaya Bulgaria, termasuk nama dan adat istiadatnya.
Baca selengkapnya “Bulgaria, Eksodus Baru Muslim”

Israel Siksa Tahanan Palestina

MENYOAL HAK ISRAEL MENYIKSA TAHANAN

Oleh: Mansyur Alkatiri

Dimuat di: Majalah UMMAT, No. 45 Thn. III, 1 Juni 1998 / 5 Safar 1419 H

Penggunaan cara-cara kekerasan terhadap tahanan Palestina, ditentang keras lembaga-lembaga HAM

METODE PENYIKSAAN ISRAEL DI PENJARA. Cara-cara hina rezim kejam
METODE PENYIKSAAN ISRAEL DI PENJARA. Cara-cara hina rezim kejam

Selama diinterogasi agen rahasia Israel di tahun 1996, setiap harinya kepala Abed Ahmar, seorang aktifis Palestina, ditutupi kerudung yang dibasahi air seni dan kotoran. Kadang-kadang, ia digoncang-goncangkan cukup keras atau diikat dalam posisi menyakitkan.

Setelah dua bulan interogasi, agen-agen Shin Bet itu datang dengan tangan kosong. Tak lagi menyiksa. Mereka pun membebaskan Abed Ahmar, anggota sebuah faksi PLO yang menentang perjanjian damai dengan Israel, begitu saja. Ahmar tak dikenakan tuduhan apapun. Dengan kata lain, ia tak bersalah.

Kasus yang menimpa Abed Ahmar dan ribuan warga Palestina lainnya yang pernah menjalani penyiksaan serupa, kini untuk pertama kalinya ditanggapi oleh Mahkamah Agung Israel. MA memutuskan membuka dengar pendapat kasus itu mulai Rabu (20/5) kemarin, untuk menguji pendirian Shin Bet bahwa mereka perlu menggunakan metode kekerasan terhadap tahanan Palestina, guna mengorek informasi dari kaum militan, dan mencegah serangan teror terhadap Israel.
Baca selengkapnya “Israel Siksa Tahanan Palestina”