Kosovo Bangkit Melawan Serbia

Bersatulah Politisi dan Milisi

Oleh: Mansyur Alkatiri

Sumber: Majalah UMMAT, No. 3 Thn. IV, 27 Juli 1998/2 Rabiul Akhir 1419 H

Khawatir dengan kemajuan KLA, Barat urungkan serangan militer ke Serbia. Kekuatan etnik Albania sendiri masih terpecah

Kosovo KLA: Tentara Pembebasan Kosovo
Kosovo KLA: Tentara Pembebasan Kosovo

Harapan rakyat Albania Kosovo agar Amerika Serikat dan Eropa menyelamatkan mereka dari bahaya pemusnahan massal oleh rezim fasis Yugoslavia, nampaknya susah terwujud. Ada-ada saja alasan yang digunakan oleh dua kekuatan Barat itu untuk menghindari kewajiban kemanusiaan di wilayah yang kini menjadi propinsi Serbia itu. Kini yang menjadi kambing hitam adalah kemajuan yang dicapai gerilyawan Tentara Pembebasan Kosovo (UCK atau KLA).

Keberhasilan milisi bersenjata Kosovo menguasai lebih dari sepertiga wilayah itu dari tangan pasukan Yugoslavia, dijadikan alasan Barat untuk tak menggunakan kekuatan militer terhadap Serbia. “Mereka harus tahu, bahwa pasukan kami takkan datang,” ujar seorang pejabat Departemen Pertahanan pada wartawan Rabu kemarin. Barat katanya, tak ingin serangan itu malah menguntungkan KLA yang mencitakan kemerdekaan penuh negara Kosovo. Barat, -dan Serbia-, hanya setuju status otonomi buat Kosovo.

Baca selengkapnya “Kosovo Bangkit Melawan Serbia”

Zinedine Zidane

Cahaya Dari Anak Seorang Imigran

Oleh: Mansyur Alkatiri

Zinedine Zidane semakin dipuja di Perancis. Ia pahlawan kemenangan Les Blues

ZINEDINE ZIDANE. Roh Les Bleus.
ZINEDINE ZIDANE. Roh Les Bleus.

“Zizou calon presiden,” demikian antara lain teriak para pendukung kesebelasan Perancis yang memenuhi alun-alun Champs Elysees, Paris. Zizou adalah nama panggilan bagi Zinedine Zidane, kunci kemenangan Perancis atas Brasil di final Piala Dunia, 12 Juli lalu. Satu juta orang memenuhi lapangan utama Paris itu guna menyambut para pahlawan yang baru mempersembahkan Piala Dunia bagi negaranya.

Ucapan pendukung fanatik Zinedine Zidane itu mungkin berlebihan. Tapi itu juga menggambarkan betapa besar kecintaan publik Perancis pada anak imigran asal Aljazair itu. Di monumen utama Perancis, Arc de Triomphe, nama Zizou juga ditulis dengan sinar laser. “Merci Zizou (Terima kasih Zizou),” begitu bunyinya. “Dia membawa cahaya. Kamu tahu dia akan memilikinya,” puji pelatih Aime Jacquet.

Zinedine Zidane pantas meraih pujian seperti itu. Dua gol hasil sundulan kepalanya di babak pertama, menjadi kunci Tim Ayam Jantan merontokkan Juara Dunia 4 kali, Brasil. Dan Perancis untuk pertama kalinya meraih gelar Juara Dunia. Ronaldo dkk dibuat malu. Gol matang Zizou menghancurkan moril Pasukan Samba, hingga menyerah telak 0-3.

Baca selengkapnya “Zinedine Zidane”

Top Skorer Piala Dunia

BEREBUT SEPATU EMAS

Oleh: Mansyur Alkatiri

Dimuat di: Majalah UMMAT, No. 52 Thn. III/ 20 Juli 1998

Empat pemain berpeluang menjadi top scorer. Ronaldo hadapi kesulitan besar

DAVOR SUKER. Paling Favorit
DAVOR SUKER. Paling Favorit

Cita-cita Ronaldo untuk melampaui rekor Just Fontaine punah sudah. Sampai menjelang final, pemain terbaik dunia 1997-1998 itu baru mengantongi 4 gol. Mustahil memecahkan rekor Fontaine (Perancis) yang di Piala Dunia Swedia 1958, membuat 13 gol.

Harapan tersisa bagi Ronaldo kini hanyalah menjadi top scorer Piala Dunia 1998. Tapi untuk itupun ia sulit meraihnya. Bomber Inter Milan itu harus mencetak lebih dari satu gol di pertandingan final melawan Perancis, Minggu (12/7). Tapi itupun masih tergantung pada Davor Suker, striker Kroasia, yang sehari sebelumnya bertarung melawan Belanda untuk memperebutkan juara ketiga. Peluang Suker lebih besar karena telah mencetak lima gol.

Davor Suker bersama Gabriel Omar Batistuta (Argentina) dan Christian Vieri (Italia) sementara menempati bersama urutan teratas daftar pencetak gol dengan lima gol. Tapi berbeda dengan Batistuta dan Vieri yang laju timnya sudah terhenti, Suker dan Ronaldo masih bisa menambah gol di final dan perebutan juara ketiga. Sudah menjadi tradisi FIFA, pencetak gol terbanyak akan dihadiahi sepatu emas. Tahun lalu Romario yang merebutnya.
Baca selengkapnya “Top Skorer Piala Dunia”

Calon Finalis Piala Dunia

MENEBAK CALON FINALIS

Oleh: Mansyur Alkatiri

Dari: Majalah UMMAT, No. 51 Thn. III/ 13 Juli 1998

Brasil dan Perancis dijagokan ke final. Namun empat tim lainnya juga tak kalah hebat

RONALDO. Beban berat
RONALDO. Beban berat

Tak terasa, sudah satu bulan pesta sepakbola sejagat berputar. Dan minggu ini akan terlihat siapa tim yang paling pantas menyandang sebutan juara dunia. Mampukah Brasil mempertahankan gelar juara yang direbutnya empat tahun silam di Amerika? Ataukah Perancis mampu memanfaatkan posisinya sebagai tuan rumah dengan merebut piala bergengsi itu untuk pertama kalinya?

Dua tim diatas paling banyak disebut bakal bertemu di babak final 12 Juli mendatang, di Stadion Stade de France, Saint Denis. Diantara 32 tim yang terjun di putaran final Piala Dunia 1998 ini, Brasil dan Perancis dikenal sebagai tim yang memiliki lini tengah paling hebat. Dalam sepakbola moderen, kekuatan lini ini menjadi kunci sebuah tim untuk menang.

Di Tim Samba terdapat nama Dunga, Cesar Sampaio sebagai gelandang bertahan, serta Leonardo, Rivaldo, Giovanni dan bintang muda Denilson sebagai gelandang serang. Pelatih Mario Zagallo, harus memutuskan empat pemain diantara mereka untuk turun di setiap pertandingan, sesuai pola 4-4-2 yang disukainya.
Baca selengkapnya “Calon Finalis Piala Dunia”

Astana, Ibukota Baru Kazakstan

IBUKOTA BARU MEREDAM SEPARATISME

Oleh: Mansyur Alkatiri

SUMBER: MAJALAH UMMAT Tahun III No. 50,  6 Juli 1998 M / 11 Rabiul Awal 1419 H

Kazakstan memindahkan ibukotanya ke Astana. Diduga ini upaya untuk meredam kemungkinan separatisme etnis Rusia.

PRESIDEN NURSULTAN NAZARBAYEV DAN IBUKOTA BARU KAZAKSTAN, ASTANA.
Presiden Nazarbayev dan Ibukota Baru Kazakstan, Astana

Presiden Kazakstan Nursultan Nazarbayev melangkah spektakuler. Di tengah kondisi ekonomi yang labil, ia membuat proyek monumental: memindahkan ibukota negara. Segala macam kritik ditepisnya. Ambisinya untuk dikenang dalam sejarah moderen negara pecahan Uni Soviet itu, terlalu kuat untuk ditentang lawan-lawan politiknya. Sebelum ini, Nazarbayev juga mencoba mengubah negeri kaya minyak itu menjadi Kuwait-nya Asia Tengah.

Lewat upacara yang amat mewah, dan dihadiri banyak utusan negara asing, Presiden Nazarbayev meresmikan kota Astana sebagai ibukota baru Kazakstan, Kamis (12/6) lalu. Di tengah kilatan cahaya laser, ia bahkan turut tenggelam dalam pesta semalam suntuk di alun-alun utama Astana, bersama ribuan rakyatnya yang berdatangan dari seluruh penjuru negeri. “Kami telah tunjukkan pada dunia apa yang bisa kami lakukan,” ujar Nazarbayev bangga.

Kazakstan tak hanya memindahkan ibukotanya, tapi juga mengubah nama ibukota baru itu, dari Akmola menjadi Astana. Akmola bermakna “Batu Nisan Putih”. Astana sendiri bermakna “Ibukota”.
Baca selengkapnya “Astana, Ibukota Baru Kazakstan”

Skandal Singkirkan Afrika

PIALA DUNIA BERBAU SKANDAL

Oleh: Mansyur Alkatiri

Dari: Majalah UMMAT, No. 50 Thn. III/ 6 Juli 1998

Maroko dan Kamerun gagal melaju ke babak kedua akibat kesalahan wasit. Rekayasa untuk menyingkirkan tim-tim Afrika?

MUSTAPHA HADJI (Maroko). Korban rekayasa
MUSTAPHA HADJI (Maroko). Korban rekayasa

Salaheddin Bassir berlari gembira ke depan ribuan suporter Maroko. Ia baru saja menjebol gawang Skotlandia yang dijaga Jim Leighton, Selasa lalu. Striker Tim Singa Atlas itu lalu bersujud di rumput Stadion Geoffroy Guichard, St Etienne, sebagai tanda syukur pada-Nya. Dalam posisi berlutut, Bassir lantas menengadahkan kedua tangannya keatas. “Terima kasih ya Allah,” tuturnya lirih.

Gol indahnya di menit ke-22 itu mengantarkan Maroko menang telak 3 – 0 atas Skotlandia, di Grup A penyisihan Piala Dunia. Seluruh pemain dan pendukung Maroko setengah histeris menyambutnya. Namun sayang hanya dalam hitungan detik suasana berubah drastis, menyusul kabar bahwa Norwegia mampu menundukkan Brasil 2 – 1. Tawapun berubah menjadi tangis. Pelatih Henri Michel yang tak kuasa menahan emosi, menendang tempat duduk pemain cadangan. “Kami semua sangat kecewa,” ujar Michel.
Baca selengkapnya “Skandal Singkirkan Afrika”