Bom Alqaidah di Karbala?

Oleh: Mansyur Alkatiri *

(Penulis adalah peneliti pada Indonesia Institute of Peace and Justice, INPEACE)

Dimuat di: Koran Tempo, Jumat, 5 Maret 2004

MA KTP lama kaosRentetan serangan dahsyat yang memporak-porandakan peringatan Asyura oleh warga Syiah Irak di kota Baghdad dan Karbala, Selasa (2/2), kembali menegaskan betapa Irak di bawah pendudukan Amerika Serikat makin menuju ke titik kehancuran. Semakin lama usia pendudukan Amerika, semakin gelap nasib negara yang pernah menjadi kekuatan superpower dunia dimasa Dinasti Abbasiyah dulu.

Serangan bom di kota suci Syiah Karbala dan di kawasan Syiah di Baghdad membawa pesan kuat bahwa serangan ini memang ditujukan bagi komunitas Syiah Irak. Masjid-masjid yang diserang adalah masjid kaum Syiah, dan momentumnya adalah peringatan Asyura yang sarat dengan ritual ke-Syiahan. Dan segera setelah peledakan itu rumor deras pun menyergap, bahwa pelaku pemboman adalah para loyalis Saddam Hussein yang umumnya warga Muslim Sunni.

Untung saja para ulama Syiah di Karbala dan Baghdad segera meredam rumor itu. Seorang ulama di Karbala langsung menyatakan bahwa pemboman itu tidak mungkin dilakukan oleh seorang Muslim sekalipun berbeda mazhab, karena semua Muslim itu bersaudara. Dari pihak warga Sunni muncul pula solidaritas dengan menyumbangkan darah bagi para korban.
Baca selengkapnya “Bom Alqaidah di Karbala?”

George Bush Si Pendusta

Oleh: Mansyur Alkatiri

(Peneliti pada Indonesia Institute of Peace Jakarta)

Dimuat di: Koran Tempo, Jumat, 6 Februari 2004

Mansyur Alkatiri
Mansyur Alkatiri

George Walker Bush mungkin saja akan terpilih sebagai presiden Amerika Serikat untuk kedua kalinya, dalam pemilihan umum November mendatang. Dukungan dana luar biasa dari perusahaan-perusahaan multinasional, terutama yang bergerak di sektor energi, industri militer, dan teknik rekayasa, seakan menjamin ambisi presiden paling pandir dalam sejarah negara adidaya itu untuk tetap tinggal di Gedung Putih. Apalagi, ia diperkuat oleh para intelektual dan kelompok lobi zionis Yahudi garis keras (neo-conservatives) yang cerdas-cerdas, seperti Paul Wolfowitz, Richard Perle, Douglas Feith, dan Lewis Libby.

Sejarah mungkin bakal mengabadikannya sebagai orang paling besar di keluarga besar raja minyak Texas itu, karena Bush Jr. mampu melampaui prestasi ayahnya (Bush Sr) yang hanya mampu sekali saja menjadi presiden AS.

Tapi, sejarah juga akan mengenang, dibalik prestasi gemilangnya itu, Bush Jr. juga seorang “pendusta besar”. Agresi terhadap Irak yang telah memecah opini masyarakat dunia dalam dua kutub besar pro dan anti perang itu, menjadi puncak dari dusta-dusta itu.

George Bush yang didorong penuh oleh Wolfowitz Cabal (Geng Wolfowitz) menyerbu Irak dengan alasan resmi untuk menghancurkan senjata pemusnah massal (weapons of mass destruction/WMD) Irak, yang menurut Washington masih terus disembunyikan oleh rezim Saddam Hussein. Bush bahkan tidak mau mempercayai hasil kerja tim inspeksi senjata PBB, yang tidak menemukan senjata-senjata itu, kendati telah mengobok-obok ribuan tempat yang dicurigai.
Baca selengkapnya “George Bush Si Pendusta”