Akram Afif, Bintang Muda Qatar

AKRAM AFIF, Bintang Muda Timnas Qatar

Usianya baru 22 tahun, namun pemain muda keturunan Hadramaut (Yaman) ini mampu menyuguhkan permainan apik yang membuat tim nasional Qatar menjungkalkan tuan rumah Uni Emirat Arab 4-0 pada Selasa (29/1-2019) kemarin untuk maju ke final Piala Asia 2019 menantang Jepang. Karena peran besarnya itu Akram Hassan Afif terpilih sebagai pemain terbaik (man of the match) dalam pertandingan itu meski tidak mencetak gol.

Pertandingan yang berlangsung di Mohammad Bin Zayed Stadium, Abu Dhabi, penuh dengan aroma permusuhan politik akibat sikap UEA (bersama Arab Saudi, Bahrain dan Mesir) yang memboikot Qatar secara politik dan ekonomi. Ketika lagu kebangsaan Qatar dikumandangkan menjelang pertandingan, puluhan ribu suporter tuan rumah berteriak-teriak mengejeknya. Sepanjang pertandingan, suporter tuan rumah juga beberapa kali melempar botol minuman mineral ke arah pemain Qatar di lapangan.

Akram Afif yang lahir di Doha (Qatar) pada 18 November 1996 ini sebenarnya bergabung dengan klub Spanyol, Real Villareal. Ia pemain Qatar pertama yang bermain di La Liga (Liga Spanyol). Namun ia saat ini dipinjamkan ke klub Al-Saad (Qatar). Pemain muda yang berposisi sebagai sayap kiri ini sebelumnya juga pernah main untuk klub Eupen (Belgia) dan Sporting Gijon (Spanyol). Ia sudah bermain di timnas senior sejak usia 19 tahun setelah sebelumnya masuk squad Timnas U-19, U-22 dan U-23.

Selain Akram, di timnas Qatar saat ini ada beberapa pemain berdarah Hadrami, seperti Ali Afif yang juga kakak kandung Akram, Salim Alhajri dan kiper Mohammed Albakri.

Akram dan Ali adalah anak dari Hassan Afif Al-Yafei, seorang hadrami kelahiran Moshi, Tanzania. Ia dulu juga pemain sepakbola di klub Tanzania dan Somalia, bahkan terdaftar sebagai pemain tim nasional Somalia, sebelum pindah ke klub Qatar, Al-Ittihad (sekarang Al-Gharafa). Ia lalu memilih menjadi warganegara Qatar. Ia menikah dengan Faizah yang berasal dari Yaman Hadramaut juga. Mereka dikaruniai enam anak yang semuanya lahir di Doha, Qatar.*

MANSYUR ALKATIRI

BACA JUGA:
Shkodran Mustafi, Muslim Albania di Timnas Jerman
Ahmad Surkati: Sang Reformis, Sang Pejuang
Zinedine Zidane