Menteri Arab Saudi yang Keturunan Indonesia

Mohammed Saleh Benten, Menteri Arab Saudi Keturunan Banten

Dr. Mohammed Saleh Benten

Oleh: Mansyur Alkatiri

Banyak yang tidak tahu bahwa di Arab Saudi banyak warganya yang keturunan Indonesia, tepatnya keturunan Jawa, Banten, Madura, Sumatera Barat, Aceh, Palembang, Indragiri, Bugis, Makassar, Mandar, dan wilayah-wilayah lain di Indonesia. Mereka umumnya tinggal di wilayah Hejaz, yaitu Mekkah, Madinah dan Jeddah.

Mereka berprofesi sebagai pendidik di banyak bidang, ulama dan imam, pejabat pemerintahan, pejabat dan anggota polisi-tentara, dokter, pengusaha, wartawan, pesepakbola dan olahraga lainnya, dan lain-lain.

Mereka umumnya saat ini keturunan kedua sampai ke lima dari warga Nusantara yang hijrah ke Hejaz di abad 19 dan awal 20, yang umumnya menuntut ilmu Islam dan menjadi ulama/imam di sana.

Mereka ini warga negara Arab Saudi, orang Saudi, yang hak-haknya sama dengan orang Arab Saudi lainnya yang etnik Arab murni. Sebagai WN Saudi, hak-hak mereka di Saudi juga lebih utama dibanding orang-orang Arab yang bukan WN Saudi.
Baca selengkapnya “Menteri Arab Saudi yang Keturunan Indonesia”

Bom Alqaidah di Karbala?

Oleh: Mansyur Alkatiri *

(Penulis adalah peneliti pada Indonesia Institute of Peace and Justice, INPEACE)

Dimuat di: Koran Tempo, Jumat, 5 Maret 2004

MA KTP lama kaosRentetan serangan dahsyat yang memporak-porandakan peringatan Asyura oleh warga Syiah Irak di kota Baghdad dan Karbala, Selasa (2/2), kembali menegaskan betapa Irak di bawah pendudukan Amerika Serikat makin menuju ke titik kehancuran. Semakin lama usia pendudukan Amerika, semakin gelap nasib negara yang pernah menjadi kekuatan superpower dunia dimasa Dinasti Abbasiyah dulu.

Serangan bom di kota suci Syiah Karbala dan di kawasan Syiah di Baghdad membawa pesan kuat bahwa serangan ini memang ditujukan bagi komunitas Syiah Irak. Masjid-masjid yang diserang adalah masjid kaum Syiah, dan momentumnya adalah peringatan Asyura yang sarat dengan ritual ke-Syiahan. Dan segera setelah peledakan itu rumor deras pun menyergap, bahwa pelaku pemboman adalah para loyalis Saddam Hussein yang umumnya warga Muslim Sunni.

Untung saja para ulama Syiah di Karbala dan Baghdad segera meredam rumor itu. Seorang ulama di Karbala langsung menyatakan bahwa pemboman itu tidak mungkin dilakukan oleh seorang Muslim sekalipun berbeda mazhab, karena semua Muslim itu bersaudara. Dari pihak warga Sunni muncul pula solidaritas dengan menyumbangkan darah bagi para korban.
Baca selengkapnya “Bom Alqaidah di Karbala?”

Selesaikan Soal Kashmir

Oleh: Mansyur Alkatiri

Dimuat di: Harian SUARA MERDEKA, 29 Desember 2001

mansyur-alkatiriSituasi Asia Selatan kembali memanas dengan saling berhadapannya pasukan India dan Pakistan di perbatasan kedua negara. Bahkan pertempuran sporadis beberapa kali meletus di ‘line of control‘ perbatasan mereka di Kashmir, wilayah yang sudah lebih dari setengah abad disengketakan kedua negara. Tidak bisa dibayangkan jika perang terbuka meledak, mengingat India dan Pakistan kini sudah memiliki senjata nuklir. Dalam tiga perang terbuka sebelumnya, keduanya belum memiliki senjata mematikan itu.

Konflik muakhir ini dipicu oleh serangan bunuh diri terhadap gedung parlemen India pada 13 Desember 2001. Pihak India menuding pelaku serangan itu adalah ‘teroris Kashmir” dari milisi Lashkar-e-Tayyaba dan Jaish-e-Mohammed, yang dilindungi Pakistan. Serangan mematikan oleh kedua kelompok itu, masih kata New Delhi, disponsori oleh agen rahasia Pakistan (ISI). Sebuah tuduhan yang sering dilancarkan India terhadap semua aksi kekerasan di wilayahnya.

Segala tudingan ini ditolak keras oleh Islamabad, yang meminta India menyerahkan bukti-bukti yang meyakinkan atas keterlibatan dinas intelijennya dan dua laskar bersenjata Kashmir itu. Pakistan bahkan menuduh India tengah merekayasa opini agar Pakistan dihukum dunia seperti Afghanistan, dengan tuduhan melindungi para teroris yang menyerang sasaran India.

Baca selengkapnya “Selesaikan Soal Kashmir”

Ehud Barak dan Netanyahu

DUA SISI MATA UANG

Oleh:  Mansyur Alkatiri

Dimuat di: Harian SUARA MERDEKA, 9 Agustus 1999

mansyur-alkatiriApa beda Ehud Barak dengan Netanyahu? Di hari-hari pertama jabatannya sebagai perdana menteri Israel, Barak disambut antusias oleh para pemimpin Palestina dan Arab sebagai figur yang bisa membawa Israel dan Arab ke suasana perdamaian. Ia pun mendapat simpati besar ketika berkunjung ke Gaza, Kairo, Amman, Washington dan London. Tapi itu ternyata tak berlangsung lama. Para pemimpin Arab kembali harus menelan kekecewaan. Barak ternyata tak seluwes yang mereka kira.

“Barak dan Netanyahu itu ibarat dua sisi dari mata uang yang sama,” ungkap Faruq Kaddumi, Kepala Biro Luar Negeri PLO. Kaddumi pantas kecewa berat karena ia baru saja mulai berubah sikap, lebih melunak pada jalannya proses perdamaian setelah Barak berhasil menjadi perdana menteri menyingkirkan Netanyahu. Ia dulu keras menolak Kesepakatan Oslo antara PLO dan Israel, yang dianggapnya sangat merugikan Palestina.

Kaddumi tak sendirian. Banyak kalangan Arab kini mempertanyakan ketulusan Barak untuk perdamaian. Ataukah ia cuma sekedar beretorika demi kepentingan public relations negara Yahudi itu, yang terpuruk hebat di masa pemerintahan Benyamin Netanyahu?

Baca selengkapnya “Ehud Barak dan Netanyahu”

Janji Demokrasi Penguasa Militer Nigeria

Janji Demokrasi Jenderal langka

Oleh: MANSYUR ALKATIRI

Dari: MAJALAH UMMAT Thn. IV No. 04, 3 Agustus 1998 / 9 Rabiul Akhir 1419 H

Penguasa baru Nigeria janjikan pemilu dan pemulihan demokrasi. Namun pro-kontra masih ada di masyarakat

JENDERAL ABDULSALAM ABUBAKAR. Angin segar
JENDERAL ABDULSALAM ABUBAKAR. Angin segar

Penguasa baru Nigeria Jendral Abdulsalam Abubakar, lebih memilih menyelamatkan Nigeria dibanding kekuasaan pribadinya. Dalam sebuah pengumuman di televisi Senin (20/7) lalu, ia berjanji mengadakan pemilu dan menyerahkan kekuasaan kepada sipil pada 29 Mei 1999. Nigeria pun siap kembali ke alam demokrasi.

Jendral Abubakar juga membubarkan komisi pemilu dan 5 partai politik bentukan pemerintah militer sebelumnya. Tak hanya itu, ia memerintahkan pula pencabutan semua tuduhan terhadap tahanan politik dan janji independensi bagi lembaga peradilan negeri itu.

“Pemerintah sekarang punya komitmen kuat untuk menyerahkan negara pada pemerintah yang terpilih secara demokratis,” ujar Abubakar dalam pidato yang disiarkan televisi setempat ke seluruh negeri.

Pengumuman Abubakar itu disambut baik di luar negeri. Namun di dalam negeri masih ada yang meragukannya. Mereka umumnya para pengikut tokoh oposisi Moshood Abiola, yang meninggal dalam penjara 7 Juli lalu.
Baca selengkapnya “Janji Demokrasi Penguasa Militer Nigeria”

Kosovo Bangkit Melawan Serbia

Bersatulah Politisi dan Milisi

Oleh: Mansyur Alkatiri

Sumber: Majalah UMMAT, No. 3 Thn. IV, 27 Juli 1998/2 Rabiul Akhir 1419 H

Khawatir dengan kemajuan KLA, Barat urungkan serangan militer ke Serbia. Kekuatan etnik Albania sendiri masih terpecah

Kosovo KLA: Tentara Pembebasan Kosovo
Kosovo KLA: Tentara Pembebasan Kosovo

Harapan rakyat Albania Kosovo agar Amerika Serikat dan Eropa menyelamatkan mereka dari bahaya pemusnahan massal oleh rezim fasis Yugoslavia, nampaknya susah terwujud. Ada-ada saja alasan yang digunakan oleh dua kekuatan Barat itu untuk menghindari kewajiban kemanusiaan di wilayah yang kini menjadi propinsi Serbia itu. Kini yang menjadi kambing hitam adalah kemajuan yang dicapai gerilyawan Tentara Pembebasan Kosovo (UCK atau KLA).

Keberhasilan milisi bersenjata Kosovo menguasai lebih dari sepertiga wilayah itu dari tangan pasukan Yugoslavia, dijadikan alasan Barat untuk tak menggunakan kekuatan militer terhadap Serbia. “Mereka harus tahu, bahwa pasukan kami takkan datang,” ujar seorang pejabat Departemen Pertahanan pada wartawan Rabu kemarin. Barat katanya, tak ingin serangan itu malah menguntungkan KLA yang mencitakan kemerdekaan penuh negara Kosovo. Barat, -dan Serbia-, hanya setuju status otonomi buat Kosovo.

Baca selengkapnya “Kosovo Bangkit Melawan Serbia”

Astana, Ibukota Baru Kazakstan

IBUKOTA BARU MEREDAM SEPARATISME

Oleh: Mansyur Alkatiri

SUMBER: MAJALAH UMMAT Tahun III No. 50,  6 Juli 1998 M / 11 Rabiul Awal 1419 H

Kazakstan memindahkan ibukotanya ke Astana. Diduga ini upaya untuk meredam kemungkinan separatisme etnis Rusia.

PRESIDEN NURSULTAN NAZARBAYEV DAN IBUKOTA BARU KAZAKSTAN, ASTANA.
Presiden Nazarbayev dan Ibukota Baru Kazakstan, Astana

Presiden Kazakstan Nursultan Nazarbayev melangkah spektakuler. Di tengah kondisi ekonomi yang labil, ia membuat proyek monumental: memindahkan ibukota negara. Segala macam kritik ditepisnya. Ambisinya untuk dikenang dalam sejarah moderen negara pecahan Uni Soviet itu, terlalu kuat untuk ditentang lawan-lawan politiknya. Sebelum ini, Nazarbayev juga mencoba mengubah negeri kaya minyak itu menjadi Kuwait-nya Asia Tengah.

Lewat upacara yang amat mewah, dan dihadiri banyak utusan negara asing, Presiden Nazarbayev meresmikan kota Astana sebagai ibukota baru Kazakstan, Kamis (12/6) lalu. Di tengah kilatan cahaya laser, ia bahkan turut tenggelam dalam pesta semalam suntuk di alun-alun utama Astana, bersama ribuan rakyatnya yang berdatangan dari seluruh penjuru negeri. “Kami telah tunjukkan pada dunia apa yang bisa kami lakukan,” ujar Nazarbayev bangga.

Kazakstan tak hanya memindahkan ibukotanya, tapi juga mengubah nama ibukota baru itu, dari Akmola menjadi Astana. Akmola bermakna “Batu Nisan Putih”. Astana sendiri bermakna “Ibukota”.
Baca selengkapnya “Astana, Ibukota Baru Kazakstan”

Bulgaria, Eksodus Baru Muslim

GELOMBANG BARU EKSODUS ETNIS TURKI

Oleh: Mansyur Alkatiri

Dari: Majalah UMMAT, No. 45 Thn. III, 1 Juni 1998

Muslim di Bulgaria dilanda kemiskinan berat. Banyak yang lantas eksodus ke Turki

Masjid di Sofia. Harapan Bersama Allah
Masjid di Sofia. Harapan Bersama Allah

Antena parabola menjulang di atap-atap rumah warga keturunan Turki di desa Rogozche, Bulgaria. Barang itu memungkinkan pemiliknya menerima acara-acara televisi dari negeri leluhur mereka: Turki. Tapi barang itu pula yang nampaknya jua membuat banyak rumah di Rogozche, kini sudah tak berpenghuni. Seolah menjadi saksi diam eksodus warga Muslim etnis Turki ke negara Turki.

Perginya orang-orang itu ke Turki, mengingatkan pada eksodus 300.000 etnis Turki Bulgaria ke Turki pada 1989, akibat kampanye keji rezim komunis Todor Zhivkov. Warga keturunan Turki saat itu dipaksa untuk mengikuti budaya Bulgaria, termasuk nama dan adat istiadatnya.
Baca selengkapnya “Bulgaria, Eksodus Baru Muslim”

Israel Siksa Tahanan Palestina

MENYOAL HAK ISRAEL MENYIKSA TAHANAN

Oleh: Mansyur Alkatiri

Dimuat di: Majalah UMMAT, No. 45 Thn. III, 1 Juni 1998 / 5 Safar 1419 H

Penggunaan cara-cara kekerasan terhadap tahanan Palestina, ditentang keras lembaga-lembaga HAM

METODE PENYIKSAAN ISRAEL DI PENJARA. Cara-cara hina rezim kejam
METODE PENYIKSAAN ISRAEL DI PENJARA. Cara-cara hina rezim kejam

Selama diinterogasi agen rahasia Israel di tahun 1996, setiap harinya kepala Abed Ahmar, seorang aktifis Palestina, ditutupi kerudung yang dibasahi air seni dan kotoran. Kadang-kadang, ia digoncang-goncangkan cukup keras atau diikat dalam posisi menyakitkan.

Setelah dua bulan interogasi, agen-agen Shin Bet itu datang dengan tangan kosong. Tak lagi menyiksa. Mereka pun membebaskan Abed Ahmar, anggota sebuah faksi PLO yang menentang perjanjian damai dengan Israel, begitu saja. Ahmar tak dikenakan tuduhan apapun. Dengan kata lain, ia tak bersalah.

Kasus yang menimpa Abed Ahmar dan ribuan warga Palestina lainnya yang pernah menjalani penyiksaan serupa, kini untuk pertama kalinya ditanggapi oleh Mahkamah Agung Israel. MA memutuskan membuka dengar pendapat kasus itu mulai Rabu (20/5) kemarin, untuk menguji pendirian Shin Bet bahwa mereka perlu menggunakan metode kekerasan terhadap tahanan Palestina, guna mengorek informasi dari kaum militan, dan mencegah serangan teror terhadap Israel.
Baca selengkapnya “Israel Siksa Tahanan Palestina”

Kosovo, Merdeka atau Perang

MERDEKA ATAU PERANG

Oleh: Mansyur Alkatiri

Dari: Majalah UMMAT, No. 44 Thn. III, 25 Mei 1998

Slobodan Milosevic dan Ibrahim Rugova akhirnya berunding. Namun kecil kemungkinan tercapai kesepakatan

Jenazah Isuf Hadjari terbaring di atas meja, dibawah rimbunnya pepohonan apel di kebun milik almarhum. Selembar bendera nasional Albania, bergambar rajawali hitam berkepala dua diatas dasar kain warna merah, menutup jenazah warga kota Pristina itu. Ditempat itulah ia juga ditembak mati oleh serdadu Serbia, 12 jam sebelumnya (12/5).

Jenazah warga kota Pristina itu, baru saja dimandikan oleh seorang ulama setempat, dibantu teman dan keluarga. Tiga lubang peluru -satu di tulang rusak dan dua di kepalanya-, terlihat jelas saat jenazah dimandikan dan dibungkus kain kafan. Diantar ratusan  pelayat, jenazah Isuf Hadjari dibawa ke sebuah masjid melewati jalan-jalan Pristina, ibukota Kosovo. Usai dishalatkan, Hadjari dikuburkan di pemakaman di puncak bukit, dimana telah menunggu ribuan pelayat lainnya.

IBRAHIM RUGOVA DAN MILOSEVIC BERUNDING. Disambut pesimisme
IBRAHIM RUGOVA DAN MILOSEVIC BERUNDING. Disambut pesimisme

Baca selengkapnya “Kosovo, Merdeka atau Perang”