UU Anti-Terorisme Targetkan Muslim

AS Membidik ‘Teroris’ atau Muslim?

Oleh: Mansyur Alkatiri

Majalah UMMAT Thn. I No. 23, 13 Mei 1996 / 25 Zulhijjah 1416 H

Senat loloskan UU anti-terorisme. Muslim diduga menjadi target utamanya.

Senat Amerika Serikat akhirnya meloloskan UU anti-terorisme, Rabu (17/4) lalu, dua hari sebelum peringatan satu tahun pengeboman di Oklahoma yang menewaskan 168 jiwa. UU tersebut disetujui dengan perbandingan suara 91-8, merupakan kompromi antara usulan Senat setahun lalu dan versi yang lebih lunak dari Kongres bulan lalu.

UU ini memudahkan pemerintah AS untuk mengusir orang-orang asing yang dianggapnya sebagai ekstremis atau yang tergabung dalam suatu organisasi yang menurut pemerintah dianggap organisasi ekstremis, serta mencegah kelompok-kelompok seperti itu mengumpulkan dana di bumi AS.

Pasal-pasal tentang imigrasi dan pengumpulan dana itu, menurut kalangan ahli hukum, membawa perubahan ‘revolusioner’ dalam hukum AS. Sebab UU itu menyediakan pengadilan khusus, kesalahan oleh perkumpulan dan menolak proses pembelaan.
BACA SELENGKAPNYA “UU Anti-Terorisme Targetkan Muslim”

Siapa Berkomplot Penjarakan Omar Abdel-Rahman?

Siapa Berkomplot?

Oleh: Mansyur Alkatiri

Majalah UMMAT, Thn. I No. 17, 19 Februari 1996 / 29 Ramadhan 1416 H

Pengadilan AS jatuhkan vonis penjara seumur hidup bagi Omar Abdel Rahman. Namun proses pengadilan berjalan penuh kontroversi.

Dr. Syeikh Omar Abdel Rahman (57), ulama tuna netra asal Mesir, sia-sia meminta keadilan mahkamah Amerika. Pembelaan yang ia lakukan selama 100 menit, Rabu 17 Januari lalu, tak sedikitpun membangkitkan simpati hakim Pengadilan Distrik New York, Michael B. Mukasey. Dengan enteng Mukasey menyela pembelaan Syeikh Omar dan menganggapnya bisa “menyesatkan masyarakat.” Lantas Mukasey mengetokkan palu hukuman: penjara seumur hidup bagi doktor ilmu syari’ah lulusan Universitas Al Azhar ini.

Sembilan orang yang dianggap sebagai pengikut Syeikh Omar di  Amerika Serikat juga dijatuhi hukuman penjara, berkisar antara 25 tahun sampai seumur hidup. Termasuk El Sayyid Nossair, imigran asal Mesir, yang dijatuhi hukuman penjara seumur hidup. Nossair pernah dituduh membunuh Rabbi Meir Kahane, seorang pendeta Yahudi rasialis, di tahun 1991. Namun karena tak cukup bukti ia dibebaskan, hanya dikenai dakwaan memiliki senjata api ilegal.
BACA SELENGKAPNYA “Siapa Berkomplot Penjarakan Omar Abdel-Rahman?”

Optimisme Muslim di Amerika Serikat

OPTIMISME MUSLIM DI “NEGERI DEMOKRASI”

Oleh MANSYUR ALKATIRI

Majalah UMMAT, Thn. I No. 15, 22 Januari 1996 / 3 Ramadhan 1416 H

Imam Warithuddin berhasil mengangkat peran Muslim Afro-Amerika. Kini posisi politik mulai dirambah

IMAM WARITH DEEN MUHAMMAD. Memimpin Muslim menapak masa depan

Mungkinkah seorang Muslim menjadi calon presiden di Amerika Serikat? Mengapa tidak? Imam Warith Deen Muhammad (62), pemimpin Muslim Afro-Amerika (kulit hitam AS), kini tengah memikirkan kemungkinan itu. Namun, meski dirinya seorang tokoh kulit hitam, Warith Deen tak merasa harus menampilkan seorang calon Muslim kulit hitam. “Bisa jadi dia Muslim keturunan India, Pakistan, atau Mesir,” tegasnya pada surat kabar Arab News.

Keinginan Warith Deen memang beralasan. Muslim di Amerika, termasuk kaum Afro-Amerika-nya tengah mengalami kemajuan pesat selama tahun-tahun terakhir. Peran politiknya juga kian meningkat. “Kami punya orang-orang yang duduk dalam posisi penting di pemerintahan di New Jersey, Atlanta, Chicago, Los Angeles, dan banyak kota lainnya. Salah satunya malah menjadi wakil walikota di Detroit, Michigan,” tutur Warith Deen. Kenyataan inilah yang membuat Imam Warith optimis terhadap masa depan Islam di AS.
BACA SELENGKAPNYA “Optimisme Muslim di Amerika Serikat”

Hakeem Olajuwon, Ustadz Rockets Siap Meluncur

HAJI ABDUL HAKEEM OLAJUWON, superstar Liga Bolabasket Nasional Amerika (NBA), harus masuk rumah sakit. Ia menjalani operasi pada sikunya, 10 Oktober lalu. Namun menurut tim dokter yang merawatnya,  Hakeem tetap bisa berlaga dalam pembukaan kompetisi NBA, 3 November nanti. “Saya yakin Olajuwon akan pulih saat kompetisi mulai bergulir, kecuali bila terjadi sesuatu yang di luar dugaan seperti komplikasi”, kata dokter Bruce Moseley. Ia bersama dokter Walter Lowe mengeluarkan cairan dari siku Olajuwon dan mengangkat benjolan yang terkena infeksi itu.

Awalnya adalah sebuah benjolan kecil di siku, yang mengganggu penampilan Olajuwon selama musim panas lalu. Namun tiba-tiba benjolan itu membesar seukuran buah jeruk besar, awal bulan ini. Tim dokter langsung memutuskan segera melakukan operasi.

Selepas operasi, Hakeem harus beristirahat beberapa hari dan akan diijinkan berlatih dengan timnya sekitar 25 Oktober. Itu bila tak ada komplikasi. Ini berarti ia tak bisa memperkuat timnya, Houston Rockets dalam Kejuaraan Piala McDonald di London minggu depan.

Bagi pelatih Rudy Tomjanovich, ketidakhadiran Olajuwon dalam pertandingan-pertandingan pemanasan, merupakan pukulan bagi timnya. “Kehilangan seorang pemain dalam satu waktu tertentu, adalah  merugikan”, katanya. “Apalagi yang hilang itu Hakeem Olajuwon, kunci utama kami di lapangan”. Saat ini Hakeem, yang oleh teman-temannya sering dipanggil ustadz karena kealimannya, memang segala-galanya bagi Rockets. Ia berhasil membawa tim asal Texas ini menjadi juara NBA dalam dua tahun terakhir. Padahal sebelumnya, Rockets termasuk tim pupuk bawang. (Mansyur Alkatiri)

Diambil dari: Majalah UMMAT Thn. I No. 10, 13 November 1995 / 20 Jumadil Akhir 1416 H

BACA JUGA:
Mumia Abu-Jamal Menanti Keadilan Amerika
MUSLIM AS: Dirampas dan Dimurtadkan
Pemurtadan Gaya Amerika

Mumia Abu-Jamal Menanti Keadilan Amerika

Oleh MANSYUR ALKATIRI

Majalah UMMAT Tahun I No. 09, 30 Oktober 1995 / 6 Jumadil Akhir 1416 H

Mumia Abu-Jamal menunggu peradilan ulang. Para pendukungnya yakin, ia dihukum lebih karena alasan politik.

MUMIA ABU-JAMAL. Perkara politik?

Peradilan panjang OJ Simpson usai sudah. Kini perhatian rakyat Amerika beralih pada kasus Mumia Abu-Jamal, wartawan dan aktivis kulit hitam yang dijatuhi hukuman mati 13 tahun lalu di negara bagian Pennsylvania. Abu-Jamal yang dituduh membunuh seorang polisi Philadelphia itu kini tengah menunggu jawaban bagi peradilan ulang.
BACA SELENGKAPNYA “Mumia Abu-Jamal Menanti Keadilan Amerika”

MUSLIM AS: Dirampas dan Dimurtadkan

Kembalikan Anak-Anak Krasniqi!

Oleh: Mansyur Alkatiri

Majalah UMMAT No. 9, Tahun I, 30 Oktober 1995 / 6 Jumadil Akhir 1416 H

Derita yang menimpa keluarga Krasniqi mulai menyebar luas. Kasus serupa juga terungkap di beberapa negara bagian.

Hakim pengadilan Dallas, Texas, Harold Gaither Jr, memancing kemarahan umat Islam. Ketika menanggapi kasus yang menimpa keluarga Krasniqi, imigran muslim Albania, Gaither dengan enteng menyatakan, “anak-anak Krasniqi akan lebih baik berada dalam keluarga Kristen dari pada keluarga Muslim”. Ucapan bernada melecehkan yang dimuat di harian The Dallas Morning News ini tak bisa diterima oleh umat Islam Dalas. Mereka lalu melakukan demonstrasi di depan kantor Gaither dan menuntut agar hakim itu meminta maaf.

Muslimin Amerika kian aktif berkampanyenya menuntut keadilan bagi keluarga Krasniqi. Media massa negara bagian Texas juga mulai menyemarakkan kasus dua anak muslim keturunan Albania yang secara tak adil dirampas dari tangan kedua orang tua kandungnya dengan tuduhan pelecehan seksual yang terbukti keliru. Sebelumnya, selama bertahun-tahun, hanya sedikit media yang memberi perhatian.

Kedua anak itu, Tim (16) dan Lima Krasniqi (11), dipisahkan dari orang tuanya lima tahun lalu dan kemudian diadopsi oleh keluarga Kristen. Padahal oleh pengadilan Texas, ayah mereka, Sam (Sadri) Krasniqi, dinyatakan tak bersalah melakukan pelecehan. Pengadilan menyadari, telah terjadi kesalahpahaman budaya yang berakibat tragis. Dalam asuhan orang lain, kedua anak Krasniqi telah dipaksa pergi ke gereja, keluar dari Islam, makan daging babi dan masuk Kristen.
BACA SELENGKAPNYA “MUSLIM AS: Dirampas dan Dimurtadkan”

Pemurtadan Gaya Amerika

Oleh: MANSYUR ALKATIRI

Majalah UMMAT No. 8  Thn. I, 16 Oktober  1995 /21 Jumadil Awal 1416 H

Dua anak kakak beradik Muslim dirampas dari orangtuanya oleh pengadilan Amerika dan lalu diserahkan ke orang tua angkat yang beragama Katolik. Keduanya lalu dikristenkan dan diberi makan babi.

Tim Krasniqi, anak berusia 10 tahun, tak mau lagi hidup lebih lama. Berdiri di tepi jendela rumah anak-anak angkat di Dallas, Texas, anak dari suami isteri Albania yang mencurahkan kasih sayang menahan air mata saat bersiap meloncat untuk bunuh diri.

“Saya butuh ibu saya”, jerit Tim. “Saya ingin ayah saya”, teriaknya. “Kalau saya tak bisa mendapatkannya, saya ingin mati!”

Sementara Tim bersiap meloncat, adik perempuannya yang berusia 5 tahun, Lima, menangis bercucuran air mata ke kedua pipinya yang berwarna merah, hantu/momok kematian kakak lelakinya. “Bagaimana dengan saya?” tangisnya. “Apa yang akan terjadi pada diri saya bila kamu bunuh diri? Siapa yang akan menjaga saya?”
BACA SELENGKAPNYA “Pemurtadan Gaya Amerika”

Imam Muslim Tentara Amerika

Oleh: Mansyur Alkatiri

MAJALAH UMMAT No. 06, Thn. I / 18 September 1995 / 22 Rabiul Akhir 1416 H

Kendati dihujani serangan media, dakwah Islam terus menapak pasti di negeri Paman Sam. Angkatan Bersenjata, bukan lagi tempat tabu.

ABDUL RASHEED MUHAMMAD. Imam pertama tentara Amerika Serikat

Masjid-masjid boleh saja dibakar. Hollywood silakan memproduksi film-film yang merusak citra Islam. Namun, derap langkah Islam di Amerika Serikat sulit ditahan. Dakwah terus menerobos masuk ke sendi-sendi penting masyarakat Amerika. Termasuk medan ‘paling terlarang’: Angkatan Bersenjata (AB).

Seorang imam beragama Islam telah resmi diangkat guna membimbing prajurit Muslim. Sebab, kian hari kian banyak tentara AS yang memeluk Islam. Mereka amat membutuhkan seorang guru, sekaligus pembela iman mereka.
BACA SELENGKAPNYA “Imam Muslim Tentara Amerika”

Malcolm X, Pahlawan Kulit Hitam yang Kurang Dikenal

Oleh: Mansyur Alkatiri

Malcolm X di Mekkah, 1964

Nama Malcolm X sebagai salah seorang pahlawan pejuang masyarakat kulit hitam Amerika Serikat memang tidak setenar Martin Luther King, Jr. keduanya telah berjasa besar dalam memperjuangkan peningkatan harkat dan martabat bangsanya. Barangkali latar belakang kehidupan dan cara kerjanya yang membuat Malcolm X kurang dikenal terutama di luar Amerika Serikat. Malcolm mempunyai latar belakang yang kelam dan dia adalah seorang “Muslim”. Karena itulah ia kurang ‘dihargai’ pemerintah AS.

Tahun ini, tepatnya bulan Februari lalu adalah peringatan ke-25 tahun kematiannya di tangan tiga orang pembunuh yang merobohkannya saat awal pidatonya di sebuah aula di kota New York. Dia-lah Malcolm X alias El-Hajj Malik el-Shabazz.
BACA SELENGKAPNYA “Malcolm X, Pahlawan Kulit Hitam yang Kurang Dikenal”