Menteri Arab Saudi yang Keturunan Indonesia

Mohammed Saleh Benten, Menteri Arab Saudi Keturunan Banten

Dr. Mohammed Saleh Benten

Oleh: Mansyur Alkatiri

Banyak yang tidak tahu bahwa di Arab Saudi banyak warganya yang keturunan Indonesia, tepatnya keturunan Jawa, Banten, Madura, Sumatera Barat, Aceh, Palembang, Indragiri, Bugis, Makassar, Mandar, dan wilayah-wilayah lain di Indonesia. Mereka umumnya tinggal di wilayah Hejaz, yaitu Mekkah, Madinah dan Jeddah.

Mereka berprofesi sebagai pendidik di banyak bidang, ulama dan imam, pejabat pemerintahan, pejabat dan anggota polisi-tentara, dokter, pengusaha, wartawan, pesepakbola dan olahraga lainnya, dan lain-lain.

Mereka umumnya saat ini keturunan kedua sampai ke lima dari warga Nusantara yang hijrah ke Hejaz di abad 19 dan awal 20, yang umumnya menuntut ilmu Islam dan menjadi ulama/imam di sana.

Mereka ini warga negara Arab Saudi, orang Saudi, yang hak-haknya sama dengan orang Arab Saudi lainnya yang etnik Arab murni. Sebagai WN Saudi, hak-hak mereka di Saudi juga lebih utama dibanding orang-orang Arab yang bukan WN Saudi.
BACA SELENGKAPNYA “Menteri Arab Saudi yang Keturunan Indonesia”

Inggris Usir Oposan Arab Saudi

Membangkang Sampai ke Bulan

Oleh: Mansyur Alkatiri

Majalah UMMAT Thn. I No. 16, 5 Februari 1996 / 15 Ramadhan 1416 H

Tokoh hak-hak asasi Arab Saudi di usir dari Inggris. London pilih uang daripada hak-hak asasi.

Semboyan bisnis lebih penting dari hak-hak asasi, rupanya bukan monopoli negara Dunia Ketiga. Inggris juga mempraktekannya. Demi memelihara hubungan bisnis dengan Arab Saudi, pemerintah London memerintahkan deportasi terhadap tokoh oposisi sekaligus pejuang hak-hak asasi Saudi, Dr. Muhammad al-Mas’ari (49) dan Dr. Sa’ad al-Faqih pada 9 Januari lalu. Al-Mas’ari, ahli fisika yang tiba di negeri ini pada April 1994, adalah tokoh utama Committee for the Defence of Legitimate Rights (CDLR) yang berpusat di London.

Mas’ari diberi waktu 10 hari untuk mengajukan banding. Kalau kesempatan ini tak digunakan, ia akan segera dipindahkan ke Republik Dominika, di Karibea. Al-Mas’ari tahun lalu juga sudah akan dikembalikan ke Yaman, darimana ia dulu masuk ke Inggris. Namun rencana ini digagalkan pengadilan yang menganggap itu akan membahayakan jiwa Mas’ari.
BACA SELENGKAPNYA “Inggris Usir Oposan Arab Saudi”

“Suksesi” di Negeri Petrodolar

Oleh MANSYUR ALKATIRI

Majalah UMMAT Thn. I No. 15, 22 Januari 1996 / 3 Ramadhan 1416 H

ABDULLAH BIN ABDUL AZIZ. Calon pemimpin baru Arab Saudi

Diiringi optimisme dan kekhawatiran, Abdullah menggantikan Fahd sebagai kepala pemerintahan. Kepentingan AS bakal terancam?

Putera Mahkota Arab Saudi, Abdullah bin Abdul Aziz, tampaknya berhasil memenangkan persaingan dengan adik tirinya, Pangeran Sultan. Raja Fahd telah menunjuknya untuk “memimpin urusan kenegaraan” -kata lain dari penyerahan kekuasaan- karena alasan kesehatan.

Penyerahan kekuasaan ini memang masih sementara, menunggu raja benar-benar sembuh dari sakit stroke yang dideritanya sejak akhir November lalu. Glyn Davies, jurubicara Kementerian Luar Negeri AS juga berkeyakinan demikian. “Itu sementara sifatnya, bukan selamanya,” ujarnya pada Reuters. Namun, menurut sumber-sumber di Saudi, seperti dikutip kantor berita AFP, “Raja menderita sakit serius dan sulit untuk kembali pulih.”

BACA SELENGKAPNYA ““Suksesi” di Negeri Petrodolar”

Ancaman bagi Kehadiran Amerika di Arab Saudi

Oleh: Mansyur Alkatiri

Majalah UMMAT No. 12  Thn. I, 11 Desember  1995 / 18 Rajab 1416 H

Bom mobil menggoncang Riyadh. Fasilitas militer Amerika jadi sasaran

Tak mudah untuk menemukan siapa dalang pengeboman di Riyadh. Biro Penyelidik Federal AS (FBI) telah mengirim tim lengkap ke Riyadh. Pemerintah Arab Saudi menjanjikan hadiah US $ 800.000 bagi siapa yang bisa memberi informasi tentang pelaku pengeboman. Tapi sampai saat ini masih juga belum jelas siapa di belakang pengeboman tersebut.

Dua ledakan bom mobil yang menggoncang markas tentara Pengawal Nasional Arab Saudi, Senin (13/11) lalu, menewaskan enam orang. Lima di antaranya warga Amerika, termasuk seorang tentara. Dari 60 orang yang cedera, tiga perempatnya warga AS. Menurut laporan CNN, didalam gedung tersebut ada 400 orang Amerika yang melatih Pengawal Nasional Arab Saudi.

BACA SELENGKAPNYA “Ancaman bagi Kehadiran Amerika di Arab Saudi”

Masalah Ekonomi Ciptakan Kabinet ke-4 Arab Saudi

Oleh: Mansyur Alkatiri

Majalah UMMAT No. 5  Thn. I – 4 September 1995 / 8 Rabiul Akhir 1416 H

Raja Fahd merombak kabinetnya besar-besaran. Upaya untuk mengatasi kesulitan ekonomi?

Perubahan kabinet sudah lazim di tiap negara. Tapi tidak di Arab Saudi. Dalam usianya yang cukup tua, baru ada tiga kabinet sebelumnya. Karenanya, dunia agak tersentak ketika Raja Fahd bin Abdul Aziz, mengumumkan perombakkan besar-besaran kabinetnya, 2 Agustus silam. Kabinet keempat dalam sejarah negara gurun ini.
     
Dari 28 anggota kabinet, ada 13 wajah baru. Tiga menteri berganti pos. Lima orang pangeran, yaitu 4 orang adik Fahd dan seorang keponakannya, Saud Al-Faisal, tetap memegang jabatan strategis.

BACA SELENGKAPNYA “Masalah Ekonomi Ciptakan Kabinet ke-4 Arab Saudi”