Kosovo Bangkit Melawan Serbia

Bersatulah Politisi dan Milisi

Oleh: Mansyur Alkatiri

Sumber: Majalah UMMAT, No. 3 Thn. IV, 27 Juli 1998/2 Rabiul Akhir 1419 H

Khawatir dengan kemajuan KLA, Barat urungkan serangan militer ke Serbia. Kekuatan etnik Albania sendiri masih terpecah

Kosovo KLA: Tentara Pembebasan Kosovo
Kosovo KLA: Tentara Pembebasan Kosovo

Harapan rakyat Albania Kosovo agar Amerika Serikat dan Eropa menyelamatkan mereka dari bahaya pemusnahan massal oleh rezim fasis Yugoslavia, nampaknya susah terwujud. Ada-ada saja alasan yang digunakan oleh dua kekuatan Barat itu untuk menghindari kewajiban kemanusiaan di wilayah yang kini menjadi propinsi Serbia itu. Kini yang menjadi kambing hitam adalah kemajuan yang dicapai gerilyawan Tentara Pembebasan Kosovo (UCK atau KLA).

Keberhasilan milisi bersenjata Kosovo menguasai lebih dari sepertiga wilayah itu dari tangan pasukan Yugoslavia, dijadikan alasan Barat untuk tak menggunakan kekuatan militer terhadap Serbia. “Mereka harus tahu, bahwa pasukan kami takkan datang,” ujar seorang pejabat Departemen Pertahanan pada wartawan Rabu kemarin. Barat katanya, tak ingin serangan itu malah menguntungkan KLA yang mencitakan kemerdekaan penuh negara Kosovo. Barat, -dan Serbia-, hanya setuju status otonomi buat Kosovo.

Baca selengkapnya “Kosovo Bangkit Melawan Serbia”

Kosovo, Merdeka atau Perang

MERDEKA ATAU PERANG

Oleh: Mansyur Alkatiri

Dari: Majalah UMMAT, No. 44 Thn. III, 25 Mei 1998

Slobodan Milosevic dan Ibrahim Rugova akhirnya berunding. Namun kecil kemungkinan tercapai kesepakatan

Jenazah Isuf Hadjari terbaring di atas meja, dibawah rimbunnya pepohonan apel di kebun milik almarhum. Selembar bendera nasional Albania, bergambar rajawali hitam berkepala dua diatas dasar kain warna merah, menutup jenazah warga kota Pristina itu. Ditempat itulah ia juga ditembak mati oleh serdadu Serbia, 12 jam sebelumnya (12/5).

Jenazah warga kota Pristina itu, baru saja dimandikan oleh seorang ulama setempat, dibantu teman dan keluarga. Tiga lubang peluru -satu di tulang rusak dan dua di kepalanya-, terlihat jelas saat jenazah dimandikan dan dibungkus kain kafan. Diantar ratusan  pelayat, jenazah Isuf Hadjari dibawa ke sebuah masjid melewati jalan-jalan Pristina, ibukota Kosovo. Usai dishalatkan, Hadjari dikuburkan di pemakaman di puncak bukit, dimana telah menunggu ribuan pelayat lainnya.

IBRAHIM RUGOVA DAN MILOSEVIC BERUNDING. Disambut pesimisme
IBRAHIM RUGOVA DAN MILOSEVIC BERUNDING. Disambut pesimisme

Baca selengkapnya “Kosovo, Merdeka atau Perang”

Kosovo

SUMPAH UNTUK MERDEKA

Oleh: Mansyur Alkatiri

Sumber: Majalah UMMAT, No. 37 Thn. III / 6 April 1998

Kendati ditindas sadis Serbia, Muslim Kosovo tetap kukuh bertahan. Semangat untuk merdeka semakin besar

TENTARA PEMBEBASAN ALBANIA (UCK): Persembahkan Hidup untuk Kemerdekaan Tanah Air
TENTARA PEMBEBASAN ALBANIA (UCK): Persembahkan Hidup untuk Kemerdekaan Tanah Air

 

Pejuang Tentara Pembebasan Kosovo (UCK atau KLA) itu masih belia. Namun dengan seragam militer, ia nampak lebih tua. Topinya terbuat dari bulu binatang, sepatu boot baru dan jaket kulit berwarna hitam, yang melapis seragam militernya.

Ia adalah anggota elite tentara etnik Albania yang baru terbentuk, yang tengah bertempur dengan pasukan khusus Serbia. Provinsi di selatan bekas Yugoslavia ini lama diperintah dengan tangan besi oleh etnik minoritas Serbia, yang mengklaim Kosovo sebagai pusat sejarah mereka. Klaim palsu inilah yang membuat bangsa Albania Kosovo lama menderita.

Baca selengkapnya “Kosovo”

Kosovo

SKENARIO BOSNIA DI KOSOVO

Oleh: Mansyur Alkatiri

Dari:  Majalah UMMAT No. 35 Thn. III / 23 Maret 1998

Muslim Kosovo tetap tuntut merdeka! Dan Barat mulai memainkan skenario Bosnia untuk mencegah aspirasi itu.

KORBAN KEGANASAN SERBIA. Anak-anak dan wanitapun menjadi sasaran pembantaian
KORBAN KEGANASAN SERBIA. Anak-anak dan wanitapun menjadi sasaran pembantaian

Tindakan Serbia membantai 80 warga Muslim keturunan Albania di Kosovo dua minggu lalu, tak membuat para pemimpin Albania di Kosovo kecut hati. Dengan tegar mereka menolak tawaran berunding dari pihak Serbia Kamis (12/3) kemarin. Padahal Serbia menawarkan memberi otonomi seperti sebelum 1989, pada propinsi di selatan yang 90 persen penduduknya etnis Albania itu.

Etnik Albania menyebut tawaran berunding Serbia itu sebagai alat publisitas semata. “Usulan perundingan itu sandiwara belaka, yang hanya menguntungkan rezim fasis-kriminal Serbia,” ujar salah satu pemimpin etnis Albania, Adem Demaci, aktifis yang pernah puluhan tahun mendekam di penjara Serbia. “Mereka bermaksud menunjukkan pada dunia bahwa pihak Albania lah yang menolak berunding.”

Baca selengkapnya “Kosovo”

Kosovo Makin Panas Bergolak

Kosovo Terus Bergolak

Oleh: Mansyur Alkatiri

Dari: MAJALAH UMMAT, No. 26 Thn. III/ 12 Januari 1998

Penguasa Serbia terus menindas mayoritas Muslim Albania di Kosovo. Muslim pun mulai beralih ke perlawanan bersenjata

ANGGOTA KLA. Beralih ke perlawanan bersenjata
ANGGOTA KLA. Beralih ke perlawanan bersenjata

Represi yang dilakukan penguasa Serbia terhadap Muslim keturunan Albania di Kosovo semakin menjadi-jadi. Demonstrasi damai para mahasiswa keturunan Albania di Pristina, ibukota propinsi di Serbia selatan itu, ditanggapi ganas oleh polisi Serbia, Selasa (30/12) lalu. Para demonstran yang membawa buku, dipukuli dan ditendangi secara membabi buta.

Aksi protes mahasiswa dilakukan untuk menuntut hak memperoleh pendidikan kembali. Mahasiswa dan dosen-dosen keturunan Albania dikeluarkan dari universitas pada 1991 dalam program Serbianisasi wilayah itu.

Saksi-saksi mata mengatakan, sekitar 2.000 mahasiswa turut dalam aksi protes di Pristina itu. Ratusan polisi berpakaian anti huru-hara bersiaga di pusat kota. Demonstran berkumpul dalam kelompok-kelompok kecil setelah dibubarkan. Mereka lalu menyebarkan pamflet-pamflet yang berisi tuntutan mereka. Beberapa kelompok dipukuli secara ganas oleh polisi.
Baca selengkapnya “Kosovo Makin Panas Bergolak”