Shkodran Mustafi, Muslim Albania di Timnas Jerman

Oleh: Mansyur Alkatiri

Shkodran MustafiShkodran Mustafi menjadi salah satu pahlawan bagi tim nasional Jerman Senin dinihari tadi (13 Juni 2016 WIB) yang mengalahkan Ukraina 2-0 di Piala Eropa 2016. Gol indahnya melalui sundulan kepala di menit ke-19 nyaris menjadi gol satu-satunya bagi Tim Panser ini kalau saja Schweinteiger tidak menggandakannya di menit terakhir.

Dari namanya, jelas kelihatan kalau ia seorang Muslim etnis Albania, sama seperti Granit Xhaka, Xherdan Shaqiri atau Berisha. Seperti teman-teman satu etnis lainnya yang bermain di beberapa negara Eropa, ia anak seorang imigran etnis Albania. Orang tuanya berasal dari Gostivar, sebuah kota warga Albania yang kini berada di wilayah negara Makedonia akibat pembagian wilayah baru paska-Perang Dunia II.

Mustafi sendiri lahir pada 17 April 1992 di kota Bad Hersfeld, Hesse (Jerman). Dalam usianya yang 24 tahun, ia sudah menjadi bek tengah yang tangguh di klub Valencia dan tim nasional Jerman, menggeser seniornya seperti Matt Hummels dan Badstuber. Ia bahkan sudah menjadi bagian di tim Jerman saat memenangkan Piala Dunia 1014, sayang ia cidera di babak penyisihan yang memaksanya tidak tampil lagi hingga final.

Mustafi konsisten masuk timnas Jerman sejak di timnas U-16 sampai senior. Sebelum bergabung di klub Valencia, ia sebelumnya bermain untuk Sampdoria, Everton dan Hamburg.

Sebagai Muslim, ia termasuk taat. Ia tak mau menyentuh minuman keras. “Saya tidak mau bir,” katanya di suatu hari pada Oktober 2015, sambil berusaha memindahkan botol bir yang ada di di mejanya Botol itu diletakkan di depan Mustafi saat ia mengambil bagian dalam konferensi pers menjelang pertandingan timnya (Valencia) dengan Malaga di La Liga. Permintaan Mustafi diabaikan, karena merk bir itu bagian dari promosi, dan panitia konferensi pers meletakkannya kembali ke meja.

Ada empat Muslim di skuad tim nasional Jerman di Piala Eropa tahun ini. Selain Mustafi, ada si Raja Assist Mesut Ozil dan juga Emre Can (keduanya keturunan Turki), dan Sami Khedira yang keturunan Tunisia-Jerman.*

Ruud Gullit di Newcastle United

Dilema ‘Sepak Bola Sexy’ Gullit

Oleh: Mansyur Alkatiri

SUMBER: MAJALAH UMMAT No. 29, Tahun IV 1 Februari 1999 / 14 Syawal 1419 H

Ruud Gullit kesulitan mengembangkan Newcastle United. Materi pemain buruk, dan tak banyak uang untuk membeli pemain baru.

RUUD GULLIT. Sayang, banyak kesulitannya
RUUD GULLIT. Sayang, banyak kesulitannya

Ruud Gullit diambang putus asa. Revolusi ‘sepakbola sexy’ yang dulu sukses mengangkat citra ‘Si Biru’ Chelsea, kini tak berjalan di Newcastle United, klub barunya. Kekalahan demi kekalahan terus menghantam klub berjulukan /The Magpies/ itu. Akibatnya posisinya kini masih di luar 10 besar Divisi Utama Liga Inggris.

Bahkan yang lebih menyakitkan, Newcastle harus tersungkur dalam pertandingan melawan Chelsea di kandang sendiri, Sabtu (9/1). Padahal Gullit sangat bernafsu membalas dendam pada klub yang dulu dibangunnya tapi kemudian mencampakkannya itu. Stadion James St Park pun menjadi murung. Para suporter sudah tak tahan dengan kekalahan beruntun yang menimpa klub kesayangannya.

Ruud Gullit, mantan kapten kesebelasan nasional Belanda, tahu benar apa yang dirasakan para pendukung Newcastle. Tapi ia tak bisa berbuat lain diluar yang dikerjakannya sekarang. “Saya ingin menerangkan pada mereka, mengapa saya tak bisa memberi apa yang mereka inginkan,” ujar Gullit. Menurutnya, ia mewarisi sebuah tim yang sama sekali tidak berfungsi.
Baca selengkapnya “Ruud Gullit di Newcastle United”

Juara Thomas Cup, Indra Gunawan Mundur

Indra Masygul, Indra Mundur

Oleh: Mansyur Alkatiri

Dari: MAJALAH UMMAT  No. 04, Tahun IV, 3 Agustus 1998 M / 9 Rabiul Akhir 1419 H

Sukses mempertahankan Piala Thomas, Indra Gunawan justeru terpaksa mundur.

Indra Gunawan. Buktinya Juara!
Indra Gunawan. Buktinya Juara!

Merupakan kebanggaan bagi seorang pelatih untuk mundur di kala tim yang diasuhnya sukses. Ia akan senantiasa dikenang dengan catatan tinta emas. Tak ada cela. Itulah yang dilakukan Aime Jacquet saat Perancis menjadi juara dunia sepakbola 12 Juli lalu. Itupula jalan yang ditempuh Carlos Alberto Perreira dari Brazil empat tahun silam dan Franz Beckenbauer dari Jerman pada 1990.

Namun Indra Gunawan tidak seberuntung ketiga pelatih sepakbola itu. Ia harus mundur sebagai pelatih nasional bulutangkis dengan perasaan getir. Padahal pelatih tunggal putera di pelatnas bulutangkis ini berhasil membawa Tim Merah Putih mempertahankan Piala Thomas di Hongkong Mei silam. Sebuah sukses yang tergolong luar biasa karena materi pemain yang ada saat ini kurang meyakinkan dibanding tahun-tahun sebelumnya.

Resminya Indra Gunawan mundur karena alasan capek dan jenuh, setelah 12 tahun melatih di pelatnas. Namun ia juga mengakui alasan lain, yaitu tak tahan dengan banyaknya kritik yang memojokkan dirinya. “Dari pada terus dipojokkan, saya lebih baik mundur,” tukasnya pada UMMAT. Sebab kondisi seperti itu tak memungkinkannya berkonsentrasi melatih.
Baca selengkapnya “Juara Thomas Cup, Indra Gunawan Mundur”

Zinedine Zidane

Cahaya Dari Anak Seorang Imigran

Oleh: Mansyur Alkatiri

Zinedine Zidane semakin dipuja di Perancis. Ia pahlawan kemenangan Les Blues

ZINEDINE ZIDANE. Roh Les Bleus.
ZINEDINE ZIDANE. Roh Les Bleus.

“Zizou calon presiden,” demikian antara lain teriak para pendukung kesebelasan Perancis yang memenuhi alun-alun Champs Elysees, Paris. Zizou adalah nama panggilan bagi Zinedine Zidane, kunci kemenangan Perancis atas Brasil di final Piala Dunia, 12 Juli lalu. Satu juta orang memenuhi lapangan utama Paris itu guna menyambut para pahlawan yang baru mempersembahkan Piala Dunia bagi negaranya.

Ucapan pendukung fanatik Zinedine Zidane itu mungkin berlebihan. Tapi itu juga menggambarkan betapa besar kecintaan publik Perancis pada anak imigran asal Aljazair itu. Di monumen utama Perancis, Arc de Triomphe, nama Zizou juga ditulis dengan sinar laser. “Merci Zizou (Terima kasih Zizou),” begitu bunyinya. “Dia membawa cahaya. Kamu tahu dia akan memilikinya,” puji pelatih Aime Jacquet.

Zinedine Zidane pantas meraih pujian seperti itu. Dua gol hasil sundulan kepalanya di babak pertama, menjadi kunci Tim Ayam Jantan merontokkan Juara Dunia 4 kali, Brasil. Dan Perancis untuk pertama kalinya meraih gelar Juara Dunia. Ronaldo dkk dibuat malu. Gol matang Zizou menghancurkan moril Pasukan Samba, hingga menyerah telak 0-3.

Baca selengkapnya “Zinedine Zidane”

Top Skorer Piala Dunia

BEREBUT SEPATU EMAS

Oleh: Mansyur Alkatiri

Dimuat di: Majalah UMMAT, No. 52 Thn. III/ 20 Juli 1998

Empat pemain berpeluang menjadi top scorer. Ronaldo hadapi kesulitan besar

DAVOR SUKER. Paling Favorit
DAVOR SUKER. Paling Favorit

Cita-cita Ronaldo untuk melampaui rekor Just Fontaine punah sudah. Sampai menjelang final, pemain terbaik dunia 1997-1998 itu baru mengantongi 4 gol. Mustahil memecahkan rekor Fontaine (Perancis) yang di Piala Dunia Swedia 1958, membuat 13 gol.

Harapan tersisa bagi Ronaldo kini hanyalah menjadi top scorer Piala Dunia 1998. Tapi untuk itupun ia sulit meraihnya. Bomber Inter Milan itu harus mencetak lebih dari satu gol di pertandingan final melawan Perancis, Minggu (12/7). Tapi itupun masih tergantung pada Davor Suker, striker Kroasia, yang sehari sebelumnya bertarung melawan Belanda untuk memperebutkan juara ketiga. Peluang Suker lebih besar karena telah mencetak lima gol.

Davor Suker bersama Gabriel Omar Batistuta (Argentina) dan Christian Vieri (Italia) sementara menempati bersama urutan teratas daftar pencetak gol dengan lima gol. Tapi berbeda dengan Batistuta dan Vieri yang laju timnya sudah terhenti, Suker dan Ronaldo masih bisa menambah gol di final dan perebutan juara ketiga. Sudah menjadi tradisi FIFA, pencetak gol terbanyak akan dihadiahi sepatu emas. Tahun lalu Romario yang merebutnya.
Baca selengkapnya “Top Skorer Piala Dunia”

Calon Finalis Piala Dunia

MENEBAK CALON FINALIS

Oleh: Mansyur Alkatiri

Dari: Majalah UMMAT, No. 51 Thn. III/ 13 Juli 1998

Brasil dan Perancis dijagokan ke final. Namun empat tim lainnya juga tak kalah hebat

RONALDO. Beban berat
RONALDO. Beban berat

Tak terasa, sudah satu bulan pesta sepakbola sejagat berputar. Dan minggu ini akan terlihat siapa tim yang paling pantas menyandang sebutan juara dunia. Mampukah Brasil mempertahankan gelar juara yang direbutnya empat tahun silam di Amerika? Ataukah Perancis mampu memanfaatkan posisinya sebagai tuan rumah dengan merebut piala bergengsi itu untuk pertama kalinya?

Dua tim diatas paling banyak disebut bakal bertemu di babak final 12 Juli mendatang, di Stadion Stade de France, Saint Denis. Diantara 32 tim yang terjun di putaran final Piala Dunia 1998 ini, Brasil dan Perancis dikenal sebagai tim yang memiliki lini tengah paling hebat. Dalam sepakbola moderen, kekuatan lini ini menjadi kunci sebuah tim untuk menang.

Di Tim Samba terdapat nama Dunga, Cesar Sampaio sebagai gelandang bertahan, serta Leonardo, Rivaldo, Giovanni dan bintang muda Denilson sebagai gelandang serang. Pelatih Mario Zagallo, harus memutuskan empat pemain diantara mereka untuk turun di setiap pertandingan, sesuai pola 4-4-2 yang disukainya.
Baca selengkapnya “Calon Finalis Piala Dunia”

Skandal Singkirkan Afrika

PIALA DUNIA BERBAU SKANDAL

Oleh: Mansyur Alkatiri

Dari: Majalah UMMAT, No. 50 Thn. III/ 6 Juli 1998

Maroko dan Kamerun gagal melaju ke babak kedua akibat kesalahan wasit. Rekayasa untuk menyingkirkan tim-tim Afrika?

MUSTAPHA HADJI (Maroko). Korban rekayasa
MUSTAPHA HADJI (Maroko). Korban rekayasa

Salaheddin Bassir berlari gembira ke depan ribuan suporter Maroko. Ia baru saja menjebol gawang Skotlandia yang dijaga Jim Leighton, Selasa lalu. Striker Tim Singa Atlas itu lalu bersujud di rumput Stadion Geoffroy Guichard, St Etienne, sebagai tanda syukur pada-Nya. Dalam posisi berlutut, Bassir lantas menengadahkan kedua tangannya keatas. “Terima kasih ya Allah,” tuturnya lirih.

Gol indahnya di menit ke-22 itu mengantarkan Maroko menang telak 3 – 0 atas Skotlandia, di Grup A penyisihan Piala Dunia. Seluruh pemain dan pendukung Maroko setengah histeris menyambutnya. Namun sayang hanya dalam hitungan detik suasana berubah drastis, menyusul kabar bahwa Norwegia mampu menundukkan Brasil 2 – 1. Tawapun berubah menjadi tangis. Pelatih Henri Michel yang tak kuasa menahan emosi, menendang tempat duduk pemain cadangan. “Kami semua sangat kecewa,” ujar Michel.
Baca selengkapnya “Skandal Singkirkan Afrika”

Faustino Asprilla

SI ANAK BENGAL TERANTUK BATU

Oleh: Mansyur Alkatiri

Dari: Majalah UMMAT, No. 49 Thn. III/ 29 Juni 1998

Pelatih tersinggung, Faustino Asprilla didepak dari tim. Peluang Kolombia mengecil?

"TINO" ASPRILLA. Bengal tapi haus gol
“TINO” ASPRILLA. Bengal tapi haus gol

Si Anak Bengal itu berulah lagi. Dan kali ini ulahnya tak tanggung-tanggung. Ia meninggalkan arena Piala Dunia, arena yang diimpikan oleh seluruh pemain bola, karena marah pada sang pelatih. Ia tidak bisa menerima keputusan pelatih Hernan Dario Gomez yang menariknya keluar lapangan di menit ke-85 pertandingan Kolombia-Rumania (15/6).

“Gomez pilih kasih,” kata striker andal itu. Ia lalu menunjuk pemain-pemain lain yang juga tampil di bawah form tapi tak diganti. Secara khusus ia bahkan menuding kapten tim Carlos Valderrama yang katanya bermain lebih buruk dibanding dirinya. “Valderrama tak diganti karena ia anak emas Gomez,” katanya tajam.

Kecaman itu terang saja membuat merah kuping di pelatih, apalagi  Asprilla melakukannya secara terbuka dalam wawancara yang disiarkan Radio Caracol. “Bila masih terus nyerocos seperti itu, dia akan saya tendang dari tim nasional,” ujarnya sewot seperti dikutip Reuters. Gomez tak main-main dengan ancamannya. Ketika Asprilla tak muncul di hotel malam harinya, ia langsung memecatnya dari tim. Si Anak Bengal pun terkena batunya.
Baca selengkapnya “Faustino Asprilla”

Perancis Mengincar Juara Dunia

Pangeran Biru Mengincar Mahkota

Oleh: Mansyur Alkatiri

Dari: Majalah UMMAT, No. 48 Thn. III, 22 Juni 1998

Sebagai tuan rumah Perancis punya peluang meraih gelar juara

PERANCIS. Mengincar Mahkota
PERANCIS. Mengincar Mahkota

 

Piala Dunia baru saja dimulai, namun Aime Jacquet sudah berani sesumbar. Pelatih tim nasional Perancis ini begitu yakin bakal mempersembahkan mahkota juara dunia bagi negaranya. Ia pun langsung memasang ancar-ancar untuk mundur usai turnamen akbar itu. “Pada 13 Juli nanti, saya akan ucapkan selamat tinggal,” katanya. “Pengumuman akan saya sampaikan setelah malam sebelumnya kami melakukan victory lap di Stade de France, setelah tim Perancis merebut mahkota juara dunia.”

Melihat prestasi tim Negeri Parfum ini di kancah internasional tahun-tahun akhir ini, orang boleh mencibir kesombongan Jacquet. Namun pelatih bertubuh kerempeng ini punya alasan kuat untuk berbangga diri. “Saat ini saya punya senjata berlebih. Kami bisa menang dan bermain spektakuler,” tukasnya.
Baca selengkapnya “Perancis Mengincar Juara Dunia”

Brazil Tanpa Romario

TANPA RAJA MASIHKAH MENYENGAT?

 

Oleh: Mansyur Alkatiri

Dari: Majalah UMMAT, No. 47 Thn. III, 15 Juni 1998

Setelah kehilangan Romario, masihkah Brasil punya taji? Pertandingan pembukaan melawan Skotlandia bisa menjadi bukti

Romario FariaAir mata mengucur membasahi wajah Romario Faria, pemain terbaik Piala Dunia 1994. Suaranya parau, ketika harus mencurahkan perasaan karena gagal tampil di Perancis. Nama pahlawan Brasil di Piala Dunia AS ini terpaksa dicoret oleh Pelatih Mario Zagallo, akibat cidera betis yang dideritanya saat latihan di pantai.

“Ada yang gembira mendengar keputusan ini, tapi ada juga yang sedih.  Tapi saya pikir anda semua sekarang merasa sedih. Tapi ini bukan berarti salam perpisahan dari saya,” ujar Romario sambil tangannya menutup kepala, pada wartawan Selasa (2/6). Jatah Romario diberikan pada Emerson Ferreira (22), pemain tengah yang bermain di Bayer Leverkusen (Jerman).

Baca selengkapnya “Brazil Tanpa Romario”