Ruud Gullit di Newcastle United

Dilema ‘Sepak Bola Sexy’ Gullit

Oleh: Mansyur Alkatiri

SUMBER: MAJALAH UMMAT No. 29, Tahun IV 1 Februari 1999 / 14 Syawal 1419 H

Ruud Gullit kesulitan mengembangkan Newcastle United. Materi pemain buruk, dan tak banyak uang untuk membeli pemain baru.

RUUD GULLIT. Sayang, banyak kesulitannya
RUUD GULLIT. Sayang, banyak kesulitannya

Ruud Gullit diambang putus asa. Revolusi ‘sepakbola sexy’ yang dulu sukses mengangkat citra ‘Si Biru’ Chelsea, kini tak berjalan di Newcastle United, klub barunya. Kekalahan demi kekalahan terus menghantam klub berjulukan /The Magpies/ itu. Akibatnya posisinya kini masih di luar 10 besar Divisi Utama Liga Inggris.

Bahkan yang lebih menyakitkan, Newcastle harus tersungkur dalam pertandingan melawan Chelsea di kandang sendiri, Sabtu (9/1). Padahal Gullit sangat bernafsu membalas dendam pada klub yang dulu dibangunnya tapi kemudian mencampakkannya itu. Stadion James St Park pun menjadi murung. Para suporter sudah tak tahan dengan kekalahan beruntun yang menimpa klub kesayangannya.

Ruud Gullit, mantan kapten kesebelasan nasional Belanda, tahu benar apa yang dirasakan para pendukung Newcastle. Tapi ia tak bisa berbuat lain diluar yang dikerjakannya sekarang. “Saya ingin menerangkan pada mereka, mengapa saya tak bisa memberi apa yang mereka inginkan,” ujar Gullit. Menurutnya, ia mewarisi sebuah tim yang sama sekali tidak berfungsi.
Baca selengkapnya “Ruud Gullit di Newcastle United”

Janji Demokrasi Penguasa Militer Nigeria

Janji Demokrasi Jenderal langka

Oleh: MANSYUR ALKATIRI

Dari: MAJALAH UMMAT Thn. IV No. 04, 3 Agustus 1998 / 9 Rabiul Akhir 1419 H

Penguasa baru Nigeria janjikan pemilu dan pemulihan demokrasi. Namun pro-kontra masih ada di masyarakat

JENDERAL ABDULSALAM ABUBAKAR. Angin segar
JENDERAL ABDULSALAM ABUBAKAR. Angin segar

Penguasa baru Nigeria Jendral Abdulsalam Abubakar, lebih memilih menyelamatkan Nigeria dibanding kekuasaan pribadinya. Dalam sebuah pengumuman di televisi Senin (20/7) lalu, ia berjanji mengadakan pemilu dan menyerahkan kekuasaan kepada sipil pada 29 Mei 1999. Nigeria pun siap kembali ke alam demokrasi.

Jendral Abubakar juga membubarkan komisi pemilu dan 5 partai politik bentukan pemerintah militer sebelumnya. Tak hanya itu, ia memerintahkan pula pencabutan semua tuduhan terhadap tahanan politik dan janji independensi bagi lembaga peradilan negeri itu.

“Pemerintah sekarang punya komitmen kuat untuk menyerahkan negara pada pemerintah yang terpilih secara demokratis,” ujar Abubakar dalam pidato yang disiarkan televisi setempat ke seluruh negeri.

Pengumuman Abubakar itu disambut baik di luar negeri. Namun di dalam negeri masih ada yang meragukannya. Mereka umumnya para pengikut tokoh oposisi Moshood Abiola, yang meninggal dalam penjara 7 Juli lalu.
Baca selengkapnya “Janji Demokrasi Penguasa Militer Nigeria”

Juara Thomas Cup, Indra Gunawan Mundur

Indra Masygul, Indra Mundur

Oleh: Mansyur Alkatiri

Dari: MAJALAH UMMAT  No. 04, Tahun IV, 3 Agustus 1998 M / 9 Rabiul Akhir 1419 H

Sukses mempertahankan Piala Thomas, Indra Gunawan justeru terpaksa mundur.

Indra Gunawan. Buktinya Juara!
Indra Gunawan. Buktinya Juara!

Merupakan kebanggaan bagi seorang pelatih untuk mundur di kala tim yang diasuhnya sukses. Ia akan senantiasa dikenang dengan catatan tinta emas. Tak ada cela. Itulah yang dilakukan Aime Jacquet saat Perancis menjadi juara dunia sepakbola 12 Juli lalu. Itupula jalan yang ditempuh Carlos Alberto Perreira dari Brazil empat tahun silam dan Franz Beckenbauer dari Jerman pada 1990.

Namun Indra Gunawan tidak seberuntung ketiga pelatih sepakbola itu. Ia harus mundur sebagai pelatih nasional bulutangkis dengan perasaan getir. Padahal pelatih tunggal putera di pelatnas bulutangkis ini berhasil membawa Tim Merah Putih mempertahankan Piala Thomas di Hongkong Mei silam. Sebuah sukses yang tergolong luar biasa karena materi pemain yang ada saat ini kurang meyakinkan dibanding tahun-tahun sebelumnya.

Resminya Indra Gunawan mundur karena alasan capek dan jenuh, setelah 12 tahun melatih di pelatnas. Namun ia juga mengakui alasan lain, yaitu tak tahan dengan banyaknya kritik yang memojokkan dirinya. “Dari pada terus dipojokkan, saya lebih baik mundur,” tukasnya pada UMMAT. Sebab kondisi seperti itu tak memungkinkannya berkonsentrasi melatih.
Baca selengkapnya “Juara Thomas Cup, Indra Gunawan Mundur”

Kosovo Bangkit Melawan Serbia

Bersatulah Politisi dan Milisi

Oleh: Mansyur Alkatiri

Sumber: Majalah UMMAT, No. 3 Thn. IV, 27 Juli 1998/2 Rabiul Akhir 1419 H

Khawatir dengan kemajuan KLA, Barat urungkan serangan militer ke Serbia. Kekuatan etnik Albania sendiri masih terpecah

Kosovo KLA: Tentara Pembebasan Kosovo
Kosovo KLA: Tentara Pembebasan Kosovo

Harapan rakyat Albania Kosovo agar Amerika Serikat dan Eropa menyelamatkan mereka dari bahaya pemusnahan massal oleh rezim fasis Yugoslavia, nampaknya susah terwujud. Ada-ada saja alasan yang digunakan oleh dua kekuatan Barat itu untuk menghindari kewajiban kemanusiaan di wilayah yang kini menjadi propinsi Serbia itu. Kini yang menjadi kambing hitam adalah kemajuan yang dicapai gerilyawan Tentara Pembebasan Kosovo (UCK atau KLA).

Keberhasilan milisi bersenjata Kosovo menguasai lebih dari sepertiga wilayah itu dari tangan pasukan Yugoslavia, dijadikan alasan Barat untuk tak menggunakan kekuatan militer terhadap Serbia. “Mereka harus tahu, bahwa pasukan kami takkan datang,” ujar seorang pejabat Departemen Pertahanan pada wartawan Rabu kemarin. Barat katanya, tak ingin serangan itu malah menguntungkan KLA yang mencitakan kemerdekaan penuh negara Kosovo. Barat, -dan Serbia-, hanya setuju status otonomi buat Kosovo.

Baca selengkapnya “Kosovo Bangkit Melawan Serbia”

Zinedine Zidane

Cahaya Dari Anak Seorang Imigran

Oleh: Mansyur Alkatiri

Zinedine Zidane semakin dipuja di Perancis. Ia pahlawan kemenangan Les Blues

ZINEDINE ZIDANE. Roh Les Bleus.
ZINEDINE ZIDANE. Roh Les Bleus.

“Zizou calon presiden,” demikian antara lain teriak para pendukung kesebelasan Perancis yang memenuhi alun-alun Champs Elysees, Paris. Zizou adalah nama panggilan bagi Zinedine Zidane, kunci kemenangan Perancis atas Brasil di final Piala Dunia, 12 Juli lalu. Satu juta orang memenuhi lapangan utama Paris itu guna menyambut para pahlawan yang baru mempersembahkan Piala Dunia bagi negaranya.

Ucapan pendukung fanatik Zinedine Zidane itu mungkin berlebihan. Tapi itu juga menggambarkan betapa besar kecintaan publik Perancis pada anak imigran asal Aljazair itu. Di monumen utama Perancis, Arc de Triomphe, nama Zizou juga ditulis dengan sinar laser. “Merci Zizou (Terima kasih Zizou),” begitu bunyinya. “Dia membawa cahaya. Kamu tahu dia akan memilikinya,” puji pelatih Aime Jacquet.

Zinedine Zidane pantas meraih pujian seperti itu. Dua gol hasil sundulan kepalanya di babak pertama, menjadi kunci Tim Ayam Jantan merontokkan Juara Dunia 4 kali, Brasil. Dan Perancis untuk pertama kalinya meraih gelar Juara Dunia. Ronaldo dkk dibuat malu. Gol matang Zizou menghancurkan moril Pasukan Samba, hingga menyerah telak 0-3.

Baca selengkapnya “Zinedine Zidane”

Top Skorer Piala Dunia

BEREBUT SEPATU EMAS

Oleh: Mansyur Alkatiri

Dimuat di: Majalah UMMAT, No. 52 Thn. III/ 20 Juli 1998

Empat pemain berpeluang menjadi top scorer. Ronaldo hadapi kesulitan besar

DAVOR SUKER. Paling Favorit
DAVOR SUKER. Paling Favorit

Cita-cita Ronaldo untuk melampaui rekor Just Fontaine punah sudah. Sampai menjelang final, pemain terbaik dunia 1997-1998 itu baru mengantongi 4 gol. Mustahil memecahkan rekor Fontaine (Perancis) yang di Piala Dunia Swedia 1958, membuat 13 gol.

Harapan tersisa bagi Ronaldo kini hanyalah menjadi top scorer Piala Dunia 1998. Tapi untuk itupun ia sulit meraihnya. Bomber Inter Milan itu harus mencetak lebih dari satu gol di pertandingan final melawan Perancis, Minggu (12/7). Tapi itupun masih tergantung pada Davor Suker, striker Kroasia, yang sehari sebelumnya bertarung melawan Belanda untuk memperebutkan juara ketiga. Peluang Suker lebih besar karena telah mencetak lima gol.

Davor Suker bersama Gabriel Omar Batistuta (Argentina) dan Christian Vieri (Italia) sementara menempati bersama urutan teratas daftar pencetak gol dengan lima gol. Tapi berbeda dengan Batistuta dan Vieri yang laju timnya sudah terhenti, Suker dan Ronaldo masih bisa menambah gol di final dan perebutan juara ketiga. Sudah menjadi tradisi FIFA, pencetak gol terbanyak akan dihadiahi sepatu emas. Tahun lalu Romario yang merebutnya.
Baca selengkapnya “Top Skorer Piala Dunia”

Calon Finalis Piala Dunia

MENEBAK CALON FINALIS

Oleh: Mansyur Alkatiri

Dari: Majalah UMMAT, No. 51 Thn. III/ 13 Juli 1998

Brasil dan Perancis dijagokan ke final. Namun empat tim lainnya juga tak kalah hebat

RONALDO. Beban berat
RONALDO. Beban berat

Tak terasa, sudah satu bulan pesta sepakbola sejagat berputar. Dan minggu ini akan terlihat siapa tim yang paling pantas menyandang sebutan juara dunia. Mampukah Brasil mempertahankan gelar juara yang direbutnya empat tahun silam di Amerika? Ataukah Perancis mampu memanfaatkan posisinya sebagai tuan rumah dengan merebut piala bergengsi itu untuk pertama kalinya?

Dua tim diatas paling banyak disebut bakal bertemu di babak final 12 Juli mendatang, di Stadion Stade de France, Saint Denis. Diantara 32 tim yang terjun di putaran final Piala Dunia 1998 ini, Brasil dan Perancis dikenal sebagai tim yang memiliki lini tengah paling hebat. Dalam sepakbola moderen, kekuatan lini ini menjadi kunci sebuah tim untuk menang.

Di Tim Samba terdapat nama Dunga, Cesar Sampaio sebagai gelandang bertahan, serta Leonardo, Rivaldo, Giovanni dan bintang muda Denilson sebagai gelandang serang. Pelatih Mario Zagallo, harus memutuskan empat pemain diantara mereka untuk turun di setiap pertandingan, sesuai pola 4-4-2 yang disukainya.
Baca selengkapnya “Calon Finalis Piala Dunia”

Astana, Ibukota Baru Kazakstan

IBUKOTA BARU MEREDAM SEPARATISME

Oleh: Mansyur Alkatiri

SUMBER: MAJALAH UMMAT Tahun III No. 50,  6 Juli 1998 M / 11 Rabiul Awal 1419 H

Kazakstan memindahkan ibukotanya ke Astana. Diduga ini upaya untuk meredam kemungkinan separatisme etnis Rusia.

PRESIDEN NURSULTAN NAZARBAYEV DAN IBUKOTA BARU KAZAKSTAN, ASTANA.
Presiden Nazarbayev dan Ibukota Baru Kazakstan, Astana

Presiden Kazakstan Nursultan Nazarbayev melangkah spektakuler. Di tengah kondisi ekonomi yang labil, ia membuat proyek monumental: memindahkan ibukota negara. Segala macam kritik ditepisnya. Ambisinya untuk dikenang dalam sejarah moderen negara pecahan Uni Soviet itu, terlalu kuat untuk ditentang lawan-lawan politiknya. Sebelum ini, Nazarbayev juga mencoba mengubah negeri kaya minyak itu menjadi Kuwait-nya Asia Tengah.

Lewat upacara yang amat mewah, dan dihadiri banyak utusan negara asing, Presiden Nazarbayev meresmikan kota Astana sebagai ibukota baru Kazakstan, Kamis (12/6) lalu. Di tengah kilatan cahaya laser, ia bahkan turut tenggelam dalam pesta semalam suntuk di alun-alun utama Astana, bersama ribuan rakyatnya yang berdatangan dari seluruh penjuru negeri. “Kami telah tunjukkan pada dunia apa yang bisa kami lakukan,” ujar Nazarbayev bangga.

Kazakstan tak hanya memindahkan ibukotanya, tapi juga mengubah nama ibukota baru itu, dari Akmola menjadi Astana. Akmola bermakna “Batu Nisan Putih”. Astana sendiri bermakna “Ibukota”.
Baca selengkapnya “Astana, Ibukota Baru Kazakstan”

Skandal Singkirkan Afrika

PIALA DUNIA BERBAU SKANDAL

Oleh: Mansyur Alkatiri

Dari: Majalah UMMAT, No. 50 Thn. III/ 6 Juli 1998

Maroko dan Kamerun gagal melaju ke babak kedua akibat kesalahan wasit. Rekayasa untuk menyingkirkan tim-tim Afrika?

MUSTAPHA HADJI (Maroko). Korban rekayasa
MUSTAPHA HADJI (Maroko). Korban rekayasa

Salaheddin Bassir berlari gembira ke depan ribuan suporter Maroko. Ia baru saja menjebol gawang Skotlandia yang dijaga Jim Leighton, Selasa lalu. Striker Tim Singa Atlas itu lalu bersujud di rumput Stadion Geoffroy Guichard, St Etienne, sebagai tanda syukur pada-Nya. Dalam posisi berlutut, Bassir lantas menengadahkan kedua tangannya keatas. “Terima kasih ya Allah,” tuturnya lirih.

Gol indahnya di menit ke-22 itu mengantarkan Maroko menang telak 3 – 0 atas Skotlandia, di Grup A penyisihan Piala Dunia. Seluruh pemain dan pendukung Maroko setengah histeris menyambutnya. Namun sayang hanya dalam hitungan detik suasana berubah drastis, menyusul kabar bahwa Norwegia mampu menundukkan Brasil 2 – 1. Tawapun berubah menjadi tangis. Pelatih Henri Michel yang tak kuasa menahan emosi, menendang tempat duduk pemain cadangan. “Kami semua sangat kecewa,” ujar Michel.
Baca selengkapnya “Skandal Singkirkan Afrika”

Faustino Asprilla

SI ANAK BENGAL TERANTUK BATU

Oleh: Mansyur Alkatiri

Dari: Majalah UMMAT, No. 49 Thn. III/ 29 Juni 1998

Pelatih tersinggung, Faustino Asprilla didepak dari tim. Peluang Kolombia mengecil?

"TINO" ASPRILLA. Bengal tapi haus gol
“TINO” ASPRILLA. Bengal tapi haus gol

Si Anak Bengal itu berulah lagi. Dan kali ini ulahnya tak tanggung-tanggung. Ia meninggalkan arena Piala Dunia, arena yang diimpikan oleh seluruh pemain bola, karena marah pada sang pelatih. Ia tidak bisa menerima keputusan pelatih Hernan Dario Gomez yang menariknya keluar lapangan di menit ke-85 pertandingan Kolombia-Rumania (15/6).

“Gomez pilih kasih,” kata striker andal itu. Ia lalu menunjuk pemain-pemain lain yang juga tampil di bawah form tapi tak diganti. Secara khusus ia bahkan menuding kapten tim Carlos Valderrama yang katanya bermain lebih buruk dibanding dirinya. “Valderrama tak diganti karena ia anak emas Gomez,” katanya tajam.

Kecaman itu terang saja membuat merah kuping di pelatih, apalagi  Asprilla melakukannya secara terbuka dalam wawancara yang disiarkan Radio Caracol. “Bila masih terus nyerocos seperti itu, dia akan saya tendang dari tim nasional,” ujarnya sewot seperti dikutip Reuters. Gomez tak main-main dengan ancamannya. Ketika Asprilla tak muncul di hotel malam harinya, ia langsung memecatnya dari tim. Si Anak Bengal pun terkena batunya.
Baca selengkapnya “Faustino Asprilla”