Pembantaian di Qibya, Palestina, 14 Oktober 1953

DESA QIBYA SETELAH PEMBANTAIAN. Saksi bisu kebiadaban Zionis Israel

Oleh MANSYUR ALKATIRI (Peminat Sejarah dan Dunia Islam)

Jarum jam menunjukkan hampir pukul sepuluh malam. Sebagian warga Desa Qibya dan Ni’lin di Tepi Barat (Palestina) sudah tidur, terutama anak-anak, dan sebagian lagi juga siap ke tempat tidur. Tiba-tiba mereka dikejutkan oleh suara dentuman mortir berkali-kali. Lalu, dalam hitungan detik, tembakan-tembakan mortir dan juga granat itu menghantam rumah-rumah mereka, merobohkan tembok dan atap, dan menimpa para penghuninya hingga meregang ajal. Warga desa yang kebingungan dan selamat dari runtuhan rumah mereka berhamburan keluar. Namun, tubuh-tubuh mereka disambut oleh berondongan senapan mesin sekitar 400 serdadu Israel. Tubuh-tubuh tak berdosa itu pun bergelimpangan di tanah.

Peristiwa biadab ini terjadi enam puluh tujuh tahun yang lalu, tepat 14 Oktober 1953. Ratusan tentara Israel, termasuk dari Unit Komando 101 pimpinan Ariel Sharon, membantai warga sipil Palestina itu dengan darah dingin. Tak ada iba sama sekali. Mereka bak gerombolan iblis berwujud manusia.


Ada 69 warga Palestina tewas dalam pembantaian yang dikenal sebagai Pembantaian Qibya (Qibya Massacre) itu, di mana dua pertiganya adalah wanita dan anak-anak. Lebih 50 rumah yang hancur bersama penghuninya, masjid dan sekolah. Pembantaian ini terjadi sampai jam 04.00 pagi hari 15 Oktober 1953.

Tragedi ini antara lain diceritakan oleh Thomas Suarez dalam “State of Terror: How Terrorism Created Modern Israel” (2016). Menurut Suarez, Ariel Sharon mengikuti perintah dari Komando Pusat AB Israel untuk “menyerang dan menduduki sementara desa itu, lalu hancurkan rumah-rumah mereka dan bunuh para penduduknya semaksimal mungkin, dengan tujuan untuk mengosongkan desa dan rumah-rumah mereka.”

Dalam catatan harian Menteri Luar Negeri Moshe Sharett terungkap bahwa pembantaian dan penghancuran Desa Qibya itu dilakukan dengan persetujuan Perdana Menteri David Ben-Gurion.

Pembantaian itu terjadi setelah pembunuhan tiga orang Israel di kota Yehud oleh kalangan gerilyawan Palestina. Dan kehilangan nyawa tiga tentara itu dijadikan oleh Israel sebagai pembenar untuk melakukan pembantaian terhadap puluhan warga sipil tak berdosa. Qibya sendiri berada di perbatasan Tepi Barat dan “negara Israel”. Tepi Barat saat itu masih merupakan wilayah Kerajaan Yordania.

Namun, rezim Zionis Israel terus meniupkan kebohongan, berusaha membantah bahwa pelaku pembantaian itu adalah tentara resmi. Akademisi dan Blogger Israel yang menggunakan nama samaran John Brown mengutip pernyataan palsu dari Perdana Menteri David Ben-Gurion bahwa pembantaian itu dilakukan oleh para pemukim Yahudi yang tinggal di perbatasan, di mana beberapa di antaranya pernah hidup di kamp-konsentrasi Nazi, dan juga imigran Yahudi dari negara-negara Muslim, di mana tradisi balas dendam kuat dan kesabaran mereka habis. “Kami sudah meneliti itu, dan tak ada satu pun unit yang hilang dari posnya pada malam penyerangan di Qibya,” kata Ben-Gurion berdusta.

ARIEL SHARON DAN PASUKANNYA DI TAHUN 1953. Watak khas Zionis: Kejam tiada tara

Dusta itu disebar luaskan oleh semua media massa Zionis Israel, meski masyarakat internasional tak mempercayainya. Media menjadi corong ampuh dan pembenar aksi-aksi keji tentara Israel di wilayah Palestina yang mereka duduki. Sejarawan Israel sendiri, Benny Morris, telah membongkar habis dusta-dusta itu dalam sebuah artikel yang ia tulis “The Israeli Press and the Qibya Operation, 1953“.

Apa yang terjadi di Qibya dan juga Ni’lan sebetulnya merupakan kelanjutan dari banyak pembantaian dan “pembersihan etnis” yang dilakukan Zionis Israel dukungan Inggris (yang menguasai Palestina saat itu) di tahun 1947-1949 terhadap terhadap satu juta warga Palestina dari banyak desa dan kota di mana berdiri negara “Israel” sekarang. Dan terus berlanjut ke wilayah Tepi Barat yang mereka rebut dari tangan Yordania di tahun 1967.

Namun, meski dunia akhirnya tahu fakta yang terjadi, dan kebohongan para petinggi dan media Israel terbuka, Barat tetap diam seribu bahasa. Mereka tetap mendukung rezim zionis kejam itu dengan seluruh kebijakan biadabnya terhadap warga Arab Palestina.*

BACA JUGA:
2 Oktober 1552, Awal Genosida atas Muslim Tatar oleh Rusia
Perang Salib Nikopolis, Saat Turki Usmani Torehkan Aib Besar di Wajah Eropa
23 September 1821: Yunani Bantai 30.000 Muslim di Tripolitsa

2 thoughts on “Pembantaian di Qibya, Palestina, 14 Oktober 1953

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *