Perang Salib Nikopolis

25 September 1396:
Perang Salib Nikopolis, Saat Turki Usmani Torehkan Aib Besar di Wajah Eropa

Oleh MANSYUR ALKATIRI (Peminat Sejarah dan Dunia Islam)

Dendam dan kebencian kuat bangsa Eropa Kristen terhadap Turki Usmani (Ottoman) berakar pada aib-aib besar yang tertoreh di wajah mereka di banyak medan pertempuran melawan Kekaisaran Turki Usmaniyyah (Turki Ottoman), terutama antara abad ke-14 sampai 17 Masehi. Dendam dan kebencian itu terus dirawat sampai hari ini.

Memori buruk bahwa bangsa Turki Usmani pernah ratusan tahun menaklukan dan menduduki sebagian “tanah Eropa”, terus dipelihara secara kolektif. Tujuannya agar setiap generasi bangsa Krsten Eropa memastikan bahwa bangsa Muslim Turki tidak pernah bangkit lagi kekuatannya. Sebab, -bagi mereka- kebangkitan kekuatan Muslim Turki berarti ancaman bagi Kristen Eropa.

Salah satu aib itu adalah kekalahan mereka di tangan Turki Usmani pada Pertempuran Nikopolis yang terjadi pada 25 September 1396 di Nikopolis, Bulgaria utara. Perang ini juga dikenal dengan nama Perang Salib Nikopolis, perang salib terakhir antara Muslim dan Koalisi Kristen Eropa. Dan, Pasukan Ksatria Salib Eropa menderita kekalahan dahsyat dari Turki Usmani di Nikopolis.

Hari itu, gabungan pasukan Salib yang cukup besar jumlahnya dari Kerajaan Hungaria, Bulgaria, Kroasia, Prancis, Jerman, Wallacea (Rumania), Genoa, Burgundi, Portugal, Aragon dan Castille (Spanyol), dibantu Angkatan Laut Venesia berusaha mengepung kedudukan pasukan Turki Usmani di tepian Sungai Danube, Hungaria. Sultan Bayezid I memimpin langsung pasukan Turki Usmani. Ia dibantu oleh Stefan Lazarević, penguasa Serbia, vassal Usmani, bersama ribuan pasukannya. Serbia tunduk dan menjadi negara vassal Turki Usmani setelah kekalahan mereka di Pertempuran Kosovo di tahun 1389.

SULTAN BAYEZID I. Memimpin langsung pasukan Turki Usmani

Pertempuran ini dipicu oleh seruan Paus Boniface IX untuk mencegah Turki Usmani menguasai lebih banyak kawasan Balkan setelah jatuhnya Serbia dan Bosnia. Sekaligus untuk menyatukan seluruh kekuatan Gereja Katolik yang saat itu terpecah dalam dua kapausan. Selain di Roma, muncul kepausan di Avignon, Prancis, sebagai tandingan di tahun 1378. Kedua kepausan Katolik ini bahkan saling kafir-mengkafirkan.

Seruan Paus Boniface IX itu disambut baik oleh para raja, pangeran dan ksatria dari hampir seluruh Eropa. Puluhan ribu tentara dikerahkan, termasuk pasukan besar dari Prancis, Hongaria, dan Jerman dan dari Ksatria Ordo St. John. Mereka dipimpin oleh Sigismund, Raja Hungaria. Kristen Barat dan Timur Eropa yang biasa terlibat saling sengketa kini bersatu padu menghadapi Turki Usmani.

Namun ternyata pasukan besar itu berhasil dikalahkan sangat telak oleh pasukan Turki Usmani di Nikopolis. Pasukan Salib Eropa itu kocar-kacir. Raja Sigismund dari Hungaria melarikan diri dari pertempuran dengan menggunakan kapal kecil melalui Sungai Danube menuju Venesia.

Kedua pihak menderita korban jiwa cukup besar. Turki usmani kehilangan sekitar 20.000 tentara, dan Pasukan Salib lebih besar lagi. Banyak pangeran Eropa menjadi tawanan perang. Mereka diperbolehkan kembali ke negara masing-masing menggunakan kapal setelah membayar uang tebusan.

Pertempuran Nicopolis juga menjadi akhir dari Kekaisaran Tsar Bulgaria Kedua. Pupus sudah harapan mereka untuk bangkit lagi karena seluruh wilayah Bulgaria akhirnya jatuh ke tangan Turki Usmani setelah kekalahan Tentara Salib itu di Nikopolis. Penguasa terakhirnya, Ivan Sratsimir, ditangkap dan dibunuh di Bursa, sekarang Turki.

Bagi Turki Usmani, kemenangan di Nikopolis telah mencegah munculnya koalisi besar Kristen Eropa menghadapi mereka selama beberapa abad. Kemenangan itu juga mempermudah jalan menuju penaklukkan Konstantinopel dan menguasai Balkan secara penuh, serta menebar ancaman besar bagi Eropa tengah.*

BACA JUGA:
23 September 1821: Yunani Bantai 30.000 Muslim di Tripolitsa
Pertempuran Mohacs, Sultan Suleiman Taklukkan Hungaria
Hagia Sophia dan Kemunafikan Eropa-Kristen

Pertempuran Mohacs, Sultan Suleiman Taklukkan Hungaria

29 Agustus 1526, Saat Sultan Sulaiman dari Turki Usmani Taklukkan Hungaria

Oleh: Mansyur Alkatiri

PERTEMPURAN MOHACS, hasil lukisan Johann Schreire dari Jerman.

Hari ini 494 tahun silam (1526 M), sebuah sejarah besar ditorehkan Kesultanan Usmaniyyah (Ottoman) di Eropa Tengah. Pasukan Turki Usmani yang dipimpin langsung oleh Sultan Suleiman I (Suleiman the Magnificent – Suleiman yang Hebat) dan perdana menterinya, Pargali Ibrahim, berhasil menghancurkan Kerajaan Hungaria di kota Mohacs. Menyusul kekalahan itu, Hongaria terpecah dalam beberapa wilayah, tak lagi menjadi negara merdeka, berada di bawah kuasa Habsburg (Austria) dan Utsmaniyah selama beberapa abad.
BACA SELENGKAPNYA “Pertempuran Mohacs, Sultan Suleiman Taklukkan Hungaria”