Setelah Road Map Arab-Israel Disodorkan

Oleh: Mansyur Alkatiri *

(Penulis adalah peneliti pada Indonesia Institute of Peace and Justice, INPEACE)

Dimuat di: Koran Tempo, Sabtu, 10 Mei 2003

Dokumen Peta Jalan (Road Map) bagi perdamaian Arab-Israel yang diserahkan pejabat AS dan Uni Eropa ke pemimpin Israel dan Palestina pekan silam memang menjanjikan penyelesaian menyeluruh bagi konflik lama ini. Namun, harapan cerah itu bukan mustahil kembali akan musnah, seperti nasib Kesepakatan Oslo yang ditandatangani PM Israel Yitzhak Rabin dan pemimpin Palestina Yasser Arafat pada 1993 di Washington.

Substansi dua kesepakatan itu memang tidak banyak berbeda, yaitu menjanjikan sebuah negara Palestina merdeka di Tepi Barat dan Jalur Gaza, berdampingan dengan negara Yahudi Israel. Sedangkan status kota suci Jerusalem Timur yang diklaim kedua pihak sebagai calon ibukota abadi mereka, harus ditentukan melalui perundingan.

Kesepakatan Oslo berantakan setelah Yitzhak Rabin dan Shimon Peres mengulur-ulur implementasinya. Sementara itu, pemerintah Partai Likud yang berkuasa kemudian tak lagi peduli dengannya, bahkan berantakan sama sekali setelah Ariel Sharon menjadi Perdana Menteri sejak dua tahun lalu.
BACA SELENGKAPNYA “Setelah Road Map Arab-Israel Disodorkan”