Palestina Tolak Didikte AS

Ketika ‘Dikte’ AS Tak Mempan

Oleh: Mansyur Alkatiri

Dari: Majalah UMMAT, No. 43 Thn. III, 18 Mei 1998

Pertemuan London gagal total. Tekanan AS melahirkan friksi dengan Israel.

YASSER ARAFAT dan BENYAMIN NETANYAHU
YASSER ARAFAT dan BENYAMIN NETANYAHU

Seperti diduga sebelumnya, perundingan London berakhir tanpa hasil. Pemimpin Palestina Yasser Arafat dan Perdana Menteri Israel Benyamin Netanyahu duduk di meja perundingan, lantas mengemukakan tuntutan masing-masing dan tak ada titik temu. Lalu pertemuan Senin dan Selasa pekan silam itupun ditutup tanpa kesepakatan apapun.

Perundingan London berlangsung sepertinya hanya untuk memenuhi formalitas undangan tuan rumah -PM Tony Blair- belaka. Semuanya seperti basa-basi. Kalaupun ada terobosan, itu adalah ‘tekanan’ Amerika pada Netanyahu, yang cukup memojokkan posisi PM negara teroris Yahudi dukungan Washington tersebut. Dan itu lebih menarik perhatian dibanding pertemuan Arafat-Netanyahu sendiri.

Sebelum pertemuan dibuka, AS menekan Netanyahu agar menerima usulan Washington agar Israel mundur dari 13 persen wilayah Tepi Barat. Tapi Netanyahu bersikeras hanya mau menyerahkan 9 persen saja wilayah Tepi Barat, sesuai keputusan kabinet Israel. Sebaliknya Yasser Arafat, yang sebelumnya menuntut penarikan dari 30 persen wilayah Tepi Barat, akhirnya menyerah pada usulan AS.
Baca selengkapnya “Palestina Tolak Didikte AS”