Zinedine Zidane

Cahaya Dari Anak Seorang Imigran

Oleh: Mansyur Alkatiri

Zinedine Zidane semakin dipuja di Perancis. Ia pahlawan kemenangan Les Blues

ZINEDINE ZIDANE. Roh Les Bleus.
ZINEDINE ZIDANE. Roh Les Bleus.

“Zizou calon presiden,” demikian antara lain teriak para pendukung kesebelasan Perancis yang memenuhi alun-alun Champs Elysees, Paris. Zizou adalah nama panggilan bagi Zinedine Zidane, kunci kemenangan Perancis atas Brasil di final Piala Dunia, 12 Juli lalu. Satu juta orang memenuhi lapangan utama Paris itu guna menyambut para pahlawan yang baru mempersembahkan Piala Dunia bagi negaranya.

Ucapan pendukung fanatik Zinedine Zidane itu mungkin berlebihan. Tapi itu juga menggambarkan betapa besar kecintaan publik Perancis pada anak imigran asal Aljazair itu. Di monumen utama Perancis, Arc de Triomphe, nama Zizou juga ditulis dengan sinar laser. “Merci Zizou (Terima kasih Zizou),” begitu bunyinya. “Dia membawa cahaya. Kamu tahu dia akan memilikinya,” puji pelatih Aime Jacquet.

Zinedine Zidane pantas meraih pujian seperti itu. Dua gol hasil sundulan kepalanya di babak pertama, menjadi kunci Tim Ayam Jantan merontokkan Juara Dunia 4 kali, Brasil. Dan Perancis untuk pertama kalinya meraih gelar Juara Dunia. Ronaldo dkk dibuat malu. Gol matang Zizou menghancurkan moril Pasukan Samba, hingga menyerah telak 0-3.

Baca selengkapnya “Zinedine Zidane”

Calon Finalis Piala Dunia

MENEBAK CALON FINALIS

Oleh: Mansyur Alkatiri

Dari: Majalah UMMAT, No. 51 Thn. III/ 13 Juli 1998

Brasil dan Perancis dijagokan ke final. Namun empat tim lainnya juga tak kalah hebat

RONALDO. Beban berat
RONALDO. Beban berat

Tak terasa, sudah satu bulan pesta sepakbola sejagat berputar. Dan minggu ini akan terlihat siapa tim yang paling pantas menyandang sebutan juara dunia. Mampukah Brasil mempertahankan gelar juara yang direbutnya empat tahun silam di Amerika? Ataukah Perancis mampu memanfaatkan posisinya sebagai tuan rumah dengan merebut piala bergengsi itu untuk pertama kalinya?

Dua tim diatas paling banyak disebut bakal bertemu di babak final 12 Juli mendatang, di Stadion Stade de France, Saint Denis. Diantara 32 tim yang terjun di putaran final Piala Dunia 1998 ini, Brasil dan Perancis dikenal sebagai tim yang memiliki lini tengah paling hebat. Dalam sepakbola moderen, kekuatan lini ini menjadi kunci sebuah tim untuk menang.

Di Tim Samba terdapat nama Dunga, Cesar Sampaio sebagai gelandang bertahan, serta Leonardo, Rivaldo, Giovanni dan bintang muda Denilson sebagai gelandang serang. Pelatih Mario Zagallo, harus memutuskan empat pemain diantara mereka untuk turun di setiap pertandingan, sesuai pola 4-4-2 yang disukainya.
Baca selengkapnya “Calon Finalis Piala Dunia”

Perancis Mengincar Juara Dunia

Pangeran Biru Mengincar Mahkota

Oleh: Mansyur Alkatiri

Dari: Majalah UMMAT, No. 48 Thn. III, 22 Juni 1998

Sebagai tuan rumah Perancis punya peluang meraih gelar juara

PERANCIS. Mengincar Mahkota
PERANCIS. Mengincar Mahkota

 

Piala Dunia baru saja dimulai, namun Aime Jacquet sudah berani sesumbar. Pelatih tim nasional Perancis ini begitu yakin bakal mempersembahkan mahkota juara dunia bagi negaranya. Ia pun langsung memasang ancar-ancar untuk mundur usai turnamen akbar itu. “Pada 13 Juli nanti, saya akan ucapkan selamat tinggal,” katanya. “Pengumuman akan saya sampaikan setelah malam sebelumnya kami melakukan victory lap di Stade de France, setelah tim Perancis merebut mahkota juara dunia.”

Melihat prestasi tim Negeri Parfum ini di kancah internasional tahun-tahun akhir ini, orang boleh mencibir kesombongan Jacquet. Namun pelatih bertubuh kerempeng ini punya alasan kuat untuk berbangga diri. “Saat ini saya punya senjata berlebih. Kami bisa menang dan bermain spektakuler,” tukasnya.
Baca selengkapnya “Perancis Mengincar Juara Dunia”