15 Oktober 1552, Awal Genosida atas Muslim Tatar oleh Rusia

Oleh MANSYUR ALKATIRI (Peminat Sejarah dan Dunia Islam)

 

30.000 Pejuang Tatar Menghadapi 150.000 Pasukan Tsar Ivan The Terrible

15 Oktober 1552, dinding pertahanan Kota Kazan, pusat kekuasaan Kekhanan Kazan (Kazan Khanate) akhirnya runtuh setelah lebih enam minggu dikepung dan diserang oleh 150.000 pasukan Tsar Rusia, Ivan The Terrible (Ivan yang mengerikan), termasuk puluhan meriamnya. Ini terjadi setelah mereka berhasil menggali terowongan di bawah dinding besar itu dan meledakkan ranjau, yang merobohkan bagian pertahanan, dan meledakkan sistem air kota.

Runtuhnya dinding pertahanan negara Muslim Tatar di kawasan Volga-Bulgar ini, yang dipertahankan 30.000 pejuang bangsa Tatar, segera diikuti oleh derita berkepanjangan muslimin suku Tatar sampai saat ini. Sesuai julukannya, The Terrible (Yang Mengerikan), Tsar muda Rusia ini menjadikan Kazan sebagai neraka.

BACA SELENGKAPNYA “15 Oktober 1552, Awal Genosida atas Muslim Tatar oleh Rusia”

Serangan Brutal Rusia ke Dagestan Bebaskan Sandera

Memburu ‘Serigala’ Menghancurkan Desa

Oleh: Mansyur Alkatiri

Majalah UMMAT, Thn. I No. 16, 5 Februari 1996 / 15 Ramadhan 1416 H

Tak peduli keselamatan sandera, pasukan Rusia menyerang markas ‘Serigala Kesepian’.

Rusia akhirnya melancarkan serangan besar ke desa Pervomaiskoye, yang selama beberapa hari ini menjadi markas darurat pejuang Chechen. Desa yang masuk wilayah Republik Otonomi Muslim Dagestan inipun hancur akibat gelombang serangan helikopter, roket dan mortir, yang dimulai Senin (15/1/1996) kemarin. Rusia kelihatan tak peduli lagi nasib sandera. Yang penting pasukan komando “Serigala Kesepian” Chechen pimpinan Salman Raduyev harus dihabiskan. “Mereka itu para bandit yang harus dimusnahkan,” ujar jubir Pasukan Federal Rusia (FSS), Aleksandr Mikhailov.

Para pejuang yang jumlahnya sekitar 150 orang itu, berada dalam kepungan pasukan Rusia yang berusaha mencegahnya pulang kembali ke Chechnya. Rusia mengkhianati perjanjian yang telah disepakati sebelumnya, yaitu mengijinkan para pejuang pulang ke Chechnya dengan imbalan pembebasan sandera. Pejuang telah membebaskan hampir semua sandera yang jumlahnya sekitar 2.000 orang itu. Hanya 100 orang yang dibawa sebagai jaminan.
BACA SELENGKAPNYA “Serangan Brutal Rusia ke Dagestan Bebaskan Sandera”

Chechnya Peringati Deklarasi Kemerdekaan

Majalah UMMAT Thn. I No. 07, 2 Oktober 1995 / 7 Jumadil Awal 1416 H

ISTANA PRESIDEN DI GROZNY, CHECHNYA. Hancur oleh serangan agresor Rusia

Rakyat Chechnya merayakan ulang tahun keempat deklarasi kemerdekaannya dari Rusia pada Rabu (6/9). Sekitar 6.000 warga Chechnya berkumpul di lapangan istana kepresidenan di Grozny yang telah porak-poranda akibat perang. Mereka meneriakkan yel-yel anti-Rusia sambil mengibarkan bendera berwarna hijau-putih-merah.

Pemerintah Rusia berusaha meredam aksi unjuk rasa itu dengan memberlakukan pengawasan ketat di jalan-jalan kota. Sementara itu, komandan militer Chechnya, Aslan Maskhadov, berusaha menenangkan para demonstran dengan mengatakan bahwa perundingan dengan Rusia telah mengakhiri perang, demikian kantor berita Interfax.

Pemerintah Rusia dan Chechnya setuju diadakan aksi demonstrasi untuk memperingati warga Chechnya yang jadi korban dalam kebijakan deportasi Stalin pada 1944 ke Asia Tengah. Namun warga Chechnya hanya ikut sebentar sebelum bergerak ke lapangan utama. Mereka memperlihatkan foto-foto Dudayev dan Shamil Basayev, komandan gerilyawan Chechnya yang memaksa pihak Rusia berunding, dengan menyandera 1.000 orang di kota Budennovsk Juni lalu.

“Ini hari peringatan kemerdekaan kami. Kami takkan pernah lua akan apa yang telah terjadi di sini. Saya yakin, dalam tempo satu tahun tak satu pun serdadu Rusia pun masih ada di sini,” kata Zelimkhan Zubarayev (43), pekerja pertanian dari kawasan Shali selatan.* Mansyur Alkatiri (Sumber: AFP

BACA JUGA:
KASHMIR: Jerit Jihad di Kaki Himalaya
Tekad Merdeka Muslim Abkhazia
Sandiwara Damai PBB di Bosnia 

Partai Muslim Pertama di Rusia

Majalah UMMAT No. 7  Thn. I – 2 Oktober 1995 / 7 Jumadil Awal 1416 H

Khawatir bernasib seperti Muslim Bosnia dan Chechnya, tokoh-tokoh Muslim Rusia bentuk Partai sendiri.

Mahmud Essambayev, ketua Persatuan Muslim Rusia

Babak baru sejarah Muslim Rusia baru saja dimulai. Suara merdu  seorang qari’ yang membacakan ayat-ayat suci al-Qur’an, menandai pembukaan kongres pertama Persatuan Muslim Rusia (Union Muslim of Russia), di Moskow, 3 September lalu. Hadir delegasi dari 60 republik dan wilayah di Federasi Rusia. Pernyataan penting keluar di akhir kongres, PMR akan turut serta dalam pemilihan umum parlemen, 17 Desember mendatang. Mereka juga bertekad melawan diskriminasi terhadap Muslim, komunitas agama terbesar kedua di Rusia.

BACA SELENGKAPNYA “Partai Muslim Pertama di Rusia”

Kesepakatan Damai Chechnya-Rusia?

Tarik Ulur Dengan Beruang Merah

Oleh: Mansyur Alkatiri

Majalah UMMAT, No. 5 Thn. I, 4 September 1995 / 8 Rabiul Akhir 1416 H

“Perang telah berakhir”, kata Usman Imayev, ketua tim perunding Chechnya, segera setelah menandatangani persetujuan dengan Rusia akhir Juli lalu. Tapi nyatanya, justeru karir Imayev sendiri yang berakhir. Ia diberhentikan oleh Presiden Republik Muslim Chechnya, Dzokhar Dudayev. Dudayev marah karena Imayev mau meneken kesepakatan dengan Rusia tanpa menyebut soal kedaulatan Chechnya. Dudayev menganggap Usman Imayev, mantan jaksa agung Chechnya, terlalu banyak memberi konsesi pada Rusia dan mengkhianati kepentingan bangsa Chechen.

Banyak orang meragukan persetujuan militer 30 Juli itu bisa  terlaksana baik. Sebab tak menyinggung status masa depan Chechnya. Padahal status negara mini di pegunungan Kaukasus inilah yang memicu serbuan brutal tentara Rusia, Desember tahun lalu. Masalah kedaulatan republik berpenduduk 1,2 juta ini akan dibicarakan kemudian dalam perundingan politik yang terpisah. Chechnya ingin Kremlin akui kemerdekaan mereka.
BACA SELENGKAPNYA “Kesepakatan Damai Chechnya-Rusia?”