30 OKTOBER 637 M: Penaklukan Antiokhia (Bizantium) oleh Khalid bin Walid

SUNGAI ORONTES DI ANTAKYA, TURKI. Saksi kemenangan Pasukan Muslim atas pasukan Kekaisaran Bizantium
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on email
Share on weixin

TODAY IN HISTORY

Perang Jembatan Besi, Saat Muslim Menaklukkan Antiokhia

Oleh MANSYUR ALKATIRI (Blogger, peminat Sejarah dan Dunia Islam)

Sungai Orontes di wilayah Antiokhia (Antakya) menjadi saksi takluknya salah satu kota yang menjadi benteng kekuatan Kekaisaran Bizantium. Kota yang terletak di perbatasan Syria-Anatolia (Turki) ini berhasil direbut oleh pasukan Khilafah Rasyidun di bawah komandan Khalid bin Walid tepat pada 30 Oktober 637 M, dari tangan Kaisar Heraklius dari Bizantium (Romawi Timur), salah satu superpower dunia saat itu di samping Persia.  

Buku ini berkisah mengenai pribadi dan perjuangan ERTUGRUL BIN SULAIMAN SHAH, bey (pemimpin) suku Turki Kayi. Sepanjang hidupnya, ia terlibat dalam jihad panjang melawan kaum Salib Bizantium dan Mongol dalam menegakkan agama Islam di bumi Anatolia (Turki sekarang).

Antiokhia (Antakya), direbut dari tangan Bizantium melalui Pertempuran Jembatan Besi (Battle of the Iron Bridge). Pertempuran ini memang terjadi di sekitar Jembatan Besi (Jisr al-Hadid) yang dulu membentang di atas Sungai Orontes. Ini kemenangan besar ketiga pasukan Muslim atas Bizantium di bumi Syam menyusul kemenangan Muslim di Pertempuran Yarmouk dan Aleppo, yang membuat Bizantium terusir dari Bumi Sam (Palestina dan Syria). Dan Antakya menjadi benteng paling utara wilayah Muslim, yang berbatasan langsung dengan Anatolia (Turki sekarang), wilayah Bizantium saat itu.

Jembatan Besi ini terletak 20 kilometer sebelum masuk kota Antiokhia. Pasukan Bizantium sengaja bergerak ke jembatan itu untuk mencegah pasukan Muslim masuk ke Antiokhia. Tapi, Khalid bin Walid, seorang jenderal yang diakui sebagai ahli perang terhebat dalam sejarah, berhasil menghancurkan pasukan Bizantium itu. Pasukan Bizantium yang tersisa kembali ke Antiokhia, tapi kemudian menyerah pada 30 Oktober 637 setelah pasukan Muslim melakukan pengepungan atas kota itu.

Setelah merebut Antiokhia, pasukan Muslim meneruskan kampanye penaklukannya ke arah selatan di sepanjang pantai Mediterania, menaklukkan kota-kota Latakia, Jablah dan Tartus. Dan di awal 638, kampanye itu pun selesai. Bumi Arab Syria pun penuh berada di tangan Muslim.*

No comments
Leave a Reply

Kategori Tulisan

Arsip Tulisan

Subscribe Untuk Mendapat Info Terbaru

Twitter Feed