Armenia Jadikan Masjid-Masjid di Karabakh sebagai Kandang Babi

MASJID JAMI' AGHDAM. Dijadikan kandang babi dan sapi oleh penjajah Armenia dukungan Rusia
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on email
Share on weixin

Oleh MANSYUR ALKATIRI (Blogger & Pemerhati Sejarah dan Dunia Islam)

Inilah kondisi mengenaskan Masjid Aghdam, masjid bersejarah dari abad ke-19 yang dibangun oleh arsitek Karbalayi Safikhan Qarabakhi di kota kecil Zangilan, Azerbaijan. Selama 28 tahun kota kecil dan masjid ini diduduki pasukan kafir Kristen Ortodoks Armenia, dan masjid yang menjadi tempat sujud kaum muslimin ini pun dijadikan kandang babi dan sapi oleh mereka.

Alhamdulillah, tentara Azerbaijan berhasil merebut kembali kota Zangilan dan Masjid Aghdam dalam upayanya merebut kembali seluruh wilayah Nagorno-Karabakh dari tangan Armenia. Dan, foto di atas diambil oleh salah seorang tentara Muslim Azeri agar Muslim di seluruh dunia mengetahui persis kebiadaban yang dilakukan Armenia, termasuk penodaan luar biasa terhadap tempat suci ini. Zangilan sebetulnya tidak termasuk wilayah Nagorno-Karabakh, dan penduduknya juga lebih 90 persen Muslim, tapi ikut diduduki dan dikuasai tentara Armenia sejak 1992 dengan mengusir seluruh penduduknya dan membantai sebagiannya.

MASJID JAMI’ AGHDAM SEBELUM 1992, saat masih aktif digunakan Muslim yang kini sudah terusir semua

Buku ini berkisah mengenai pribadi dan perjuangan ERTUGRUL BIN SULAIMAN SHAH, bey (pemimpin) suku Turki Kayi. Sepanjang hidupnya, ia terlibat dalam jihad panjang melawan kaum Salib Bizantium dan Mongol dalam menegakkan agama Islam di bumi Anatolia (Turki sekarang).

Penodaan terhadap masjid ini diyakini tidak hanya di Distrik Aghdam (Zangilan) tapi juga di banyak tempat lain yang dikuasai ilegal oleh Armenia. Ini terbukti dari video dan foto serupa di sebuah masjid yang dibangun di abad ke-18 di Desa Mamar, wilayah Gubadly, Azerbaijan. “Keadaan masjid itu hancur total dan dijadikan kandang babi,” kata Hikmet Hajiyev, penasihat presiden Azerbaijan, di akun twitter-nya. Desa ini berhasil dibebaskan pasukan Azerbaijan pada 30 Oktober lalu.

Saat merebut dan menduduki Nagorno-Karabakh milik Azerbaijan pada 1992, tentara Armenia membantai ribuan dan mengusir ratusan ribu warga sipil Muslim Azeri-Turki dari wilayah itu. Selama 30 tahun penjajahan Armenia yang didukung penuh Rusia, yang sama-sama Kristen Ortodoks, wilayah Nagorno-Karabakh lalu mendeklarasikan sebagai negara yang terpisah dari Azerbaijan. Saat itu, tahun 1992, Azerbaijan masih lemah kekuatan bersenjatanya karena baru saja merdeka dari Uni Sovyet. Sementara Armenia, meski juga baru merdeka, mendapat dukungan penuh persenjataan modern dari Rusia.

Kini, setelah berhasil memodernisasi Angkatan Bersenjatanya atas bantuan Turki –saudara tuanya sesama etnis Turk, Azerbaijan pun melancarkan serangan besar-besaran untuk menguasai kembali wilayah Nagorno-Karabakh. Sebagian wilayah Nagorno-Karabakh sudah berhasil dikuasai, hingga azan pun kembali berkumandang di wilayah-wilayah yang baru dibebaskan tersebut.*

BACA JUGA:
30 OKTOBER 637 M: Penaklukan Antiokhia (Bizantium) oleh Khalid bin Walid
Kalimat Tauhid, Merah Putih, Sumpah Pemuda, dan Bensin Omnibus
25 Oktober 1957: Zulaikha Oudai, Mujahidah Aljazair, Syahid Setelah Disiksa Berat dan Dibunuh Penjajah Prancis

Leave a Reply

Kategori Tulisan

Arsip Tulisan

Subscribe Untuk Mendapat Info Terbaru

Twitter Feed