Rekonsiliasi di Tajikistan

Rekonsiliasi Ditengah Curiga

Oleh: Mansyur Alkatiri

Dari: Majalah UMMAT, No. 43 Thn. III, 18 Mei 1998 / 21 Muharam 1919 H

Islam terus bangkit di Tajikistan. Rekonsiliasi pemerintah-oposisi Islam diuji. Bertahankah perdamaian disana?

MILISI MUSLIM. Menghargai Pilihan Rakyat
MILISI MUSLIM (UTO). Menghargai Pilihan Rakyat

Belum satu tahun usia perdamaian, ujian berat sudah menghadang Tajikistan. Pertempuran kembali meletus antara pasukan pemerintah pro-Komunis dan milisi Islam yang memimpin oposisi Rabu pekan silam (29/4). Tak kurang 45 orang tewas selama empat hari baku tembak. Separuhnya adalah tentara pemerintah.

Bentrokan yang terjadi di sekitar ibukota Dushanbe itu berawal dari serangan milisi oposisi atas 2 pos militer. Untung Presiden Emomali Rakhmonov dan pemimpin oposisi, Akbar Turadzhonzoda, segera bertindak untuk mengendalikan pasukan masing-masing. Keduanya sepakat untuk menarik pasukan dari timur Dushanbe, 2 Mei lalu.
BACA SELENGKAPNYA “Rekonsiliasi di Tajikistan”

Fajar Perdamaian di Tajikistan

Ketika Fajar Perdamaian Menyingsing

Oleh: Mansyur Alkatiri

Dimuat di: Majalah UMMAT, No. 15 Thn. II/ 20 Januari 1997

Pemerintah komunis Tajikistan dan oposan Islam menandatangani perjanjian damai.

Presiden Republik Tajikistan Imomali Rakhmanov
Sayed Abdullah Nuri, Pemimpin Oposisi Islam

BACA SELENGKAPNYA “Fajar Perdamaian di Tajikistan”

Damai di Tajikistan?

Oleh: Mansyur Alkatiri

Majalah UMMAT Thn. I No. 06, 18 September 1995 / 22 Rabiul Akhir 1416 H

PENGUNGSI TAJIK. Bersiap-siap pulang

Pemerintah dan kelompok perlawanan Tajik perpanjang gencatan senjata. Persoalan besar menunggu.

Harapan baru muncul di Tajikistan. Pesiden Imomali Rakhmanov yang didukung Rusia, dan Abdullah Noori, pemimpin oposisi muslim yang tinggal di Afghanistan, telah mencapai kesepakatan bersejarah. Pertengahan Agustus lalu, mereka menandatangani persetujuan perpanjangan gencatan senjata dan prinsip-prinsip dasar bagi penyelesaian damai. Kedua pihak sepakat pula untuk mulai berunding pada 18 September 1995.
BACA SELENGKAPNYA “Damai di Tajikistan?”