Ehud Barak dan Netanyahu

DUA SISI MATA UANG

Oleh:  Mansyur Alkatiri

Dimuat di: Harian SUARA MERDEKA, 9 Agustus 1999

mansyur-alkatiriApa beda Ehud Barak dengan Netanyahu? Di hari-hari pertama jabatannya sebagai perdana menteri Israel, Barak disambut antusias oleh para pemimpin Palestina dan Arab sebagai figur yang bisa membawa Israel dan Arab ke suasana perdamaian. Ia pun mendapat simpati besar ketika berkunjung ke Gaza, Kairo, Amman, Washington dan London. Tapi itu ternyata tak berlangsung lama. Para pemimpin Arab kembali harus menelan kekecewaan. Barak ternyata tak seluwes yang mereka kira.

“Barak dan Netanyahu itu ibarat dua sisi dari mata uang yang sama,” ungkap Faruq Kaddumi, Kepala Biro Luar Negeri PLO. Kaddumi pantas kecewa berat karena ia baru saja mulai berubah sikap, lebih melunak pada jalannya proses perdamaian setelah Barak berhasil menjadi perdana menteri menyingkirkan Netanyahu. Ia dulu keras menolak Kesepakatan Oslo antara PLO dan Israel, yang dianggapnya sangat merugikan Palestina.

Kaddumi tak sendirian. Banyak kalangan Arab kini mempertanyakan ketulusan Barak untuk perdamaian. Ataukah ia cuma sekedar beretorika demi kepentingan public relations negara Yahudi itu, yang terpuruk hebat di masa pemerintahan Benyamin Netanyahu?

Baca selengkapnya “Ehud Barak dan Netanyahu”

Israel Siksa Tahanan Palestina

MENYOAL HAK ISRAEL MENYIKSA TAHANAN

Oleh: Mansyur Alkatiri

Dimuat di: Majalah UMMAT, No. 45 Thn. III, 1 Juni 1998 / 5 Safar 1419 H

Penggunaan cara-cara kekerasan terhadap tahanan Palestina, ditentang keras lembaga-lembaga HAM

METODE PENYIKSAAN ISRAEL DI PENJARA. Cara-cara hina rezim kejam
METODE PENYIKSAAN ISRAEL DI PENJARA. Cara-cara hina rezim kejam

Selama diinterogasi agen rahasia Israel di tahun 1996, setiap harinya kepala Abed Ahmar, seorang aktifis Palestina, ditutupi kerudung yang dibasahi air seni dan kotoran. Kadang-kadang, ia digoncang-goncangkan cukup keras atau diikat dalam posisi menyakitkan.

Setelah dua bulan interogasi, agen-agen Shin Bet itu datang dengan tangan kosong. Tak lagi menyiksa. Mereka pun membebaskan Abed Ahmar, anggota sebuah faksi PLO yang menentang perjanjian damai dengan Israel, begitu saja. Ahmar tak dikenakan tuduhan apapun. Dengan kata lain, ia tak bersalah.

Kasus yang menimpa Abed Ahmar dan ribuan warga Palestina lainnya yang pernah menjalani penyiksaan serupa, kini untuk pertama kalinya ditanggapi oleh Mahkamah Agung Israel. MA memutuskan membuka dengar pendapat kasus itu mulai Rabu (20/5) kemarin, untuk menguji pendirian Shin Bet bahwa mereka perlu menggunakan metode kekerasan terhadap tahanan Palestina, guna mengorek informasi dari kaum militan, dan mencegah serangan teror terhadap Israel.
Baca selengkapnya “Israel Siksa Tahanan Palestina”

Pesta Yahudi di Atas Derita Palestina

PESTA YAHUDI DI ATAS DERITA PALESTINA

Oleh: Mansyur Alkatiri

Dari: Majalah UMMAT, No. 44 Thn. III, 25 Mei 1998

Palestina memperingati 50 tahun Nakbah, ditengah pesta Yahudi merayakan 50 tahun negara Israel.

Palestinian refugees fleeing Galilee in the fall of 1948
WARGA PALESTINA TERUSIR DARI GALILEE (1948). Nestapa kemanusiaan yang tak kunjung usai

 

Ketika bangsa Yahudi berpesta menyambut 50 tahun berdirinya negara Yahudi Israel, bangsa Palestina menangis, teringat kembali kenangan pahit tahun 1948. Saat itu, sekitar 800 ribu orang Palestina –waktu itu separuh populasi warga Palestina– diusir atau lari, dirampas hak miliknya, diduduki rumah dan tanahnya.

Mereka namakan itu Nakbah atau Malapetaka. Dan hantu itu kini muncul begitu pekat ketika kaum penjarah Zionis itu berpesta merayakan 50 tahun berdirinya Negara Israel, 15 Mei lalu. Tak heran kalau kaum muda Palestina menanggapi perayaan kaum Zionis itu dengan demonstrasi penuh kekerasan hari-hari ini.
Baca selengkapnya “Pesta Yahudi di Atas Derita Palestina”

Palestina Tolak Didikte AS

Ketika ‘Dikte’ AS Tak Mempan

Oleh: Mansyur Alkatiri

Dari: Majalah UMMAT, No. 43 Thn. III, 18 Mei 1998

Pertemuan London gagal total. Tekanan AS melahirkan friksi dengan Israel.

YASSER ARAFAT dan BENYAMIN NETANYAHU
YASSER ARAFAT dan BENYAMIN NETANYAHU

Seperti diduga sebelumnya, perundingan London berakhir tanpa hasil. Pemimpin Palestina Yasser Arafat dan Perdana Menteri Israel Benyamin Netanyahu duduk di meja perundingan, lantas mengemukakan tuntutan masing-masing dan tak ada titik temu. Lalu pertemuan Senin dan Selasa pekan silam itupun ditutup tanpa kesepakatan apapun.

Perundingan London berlangsung sepertinya hanya untuk memenuhi formalitas undangan tuan rumah -PM Tony Blair- belaka. Semuanya seperti basa-basi. Kalaupun ada terobosan, itu adalah ‘tekanan’ Amerika pada Netanyahu, yang cukup memojokkan posisi PM negara teroris Yahudi dukungan Washington tersebut. Dan itu lebih menarik perhatian dibanding pertemuan Arafat-Netanyahu sendiri.

Sebelum pertemuan dibuka, AS menekan Netanyahu agar menerima usulan Washington agar Israel mundur dari 13 persen wilayah Tepi Barat. Tapi Netanyahu bersikeras hanya mau menyerahkan 9 persen saja wilayah Tepi Barat, sesuai keputusan kabinet Israel. Sebaliknya Yasser Arafat, yang sebelumnya menuntut penarikan dari 30 persen wilayah Tepi Barat, akhirnya menyerah pada usulan AS.
Baca selengkapnya “Palestina Tolak Didikte AS”

Palestina, Saling Tuding Sendiri

Saling Tuding Saudara Sendiri

Oleh: Mansyur Alkatiri

Dari: Majalah UMMAT, No. 39 Thn. III / 20 April 1998

Pemerintah Palestina yakin Mohieddin Sharif dibunuh rekan sendiri. Sebaliknya Hamas menuduh pemerintah berkolaborasi dengan Israel

PEMIMPIN HAMAS ABDEL AZIZ RANTISI. Tak percaya hasil penyelidikan pemerintah Otoritas Palestina
PEMIMPIN HAMAS ABDEL AZIZ RANTISI. Tak percaya hasil penyelidikan pemerintah Otoritas Palestina


Jenazah Mohieddin Sharif sudah terkubur tenang di Pemakaman Syuhada, Ramallah. Namun kontroversi kematian komandan kelompok bersenjata Izzeddin al-Qassam di Tepi Barat itu terus meluncur. Kini bahkan menyibakkan pertentangan serius di antara warga Palestina sendiri.

Awalnya adalah pengumuman pihak keamanan Palestina, yang menyatakan Mohieddin tewas akibat pergulatan kekuasaan di dalam tubuh Hamas sendiri. Pernyataan ini ditolak keras Hamas, yang balik menuduh pemerintah Palestina turut berkomplot dengan Zionis Israel membunuh Mohieddin, guna menyelamatkan proses perdamaian PLO-Israel.
Baca selengkapnya “Palestina, Saling Tuding Sendiri”

Provokasi Baru Zionis

PROVOKASI BARU ZIONIS

Oleh: Mansyur Alkatiri

Majalah UMMAT, No. 38 Thn. III / 13 April 1998

Pemimpin sayap militer HAMAS dibunuh. Upaya pemerintah Netanyahu memprovokasi Palestina?

PEMAKAMAN MOHIEDDIN SHARIF. Upaya Israel Memprovokasi Palestina
PEMAKAMAN MOHIEDDIN SHARIF. Upaya Israel Memprovokasi Palestina

 

Tanah Palestina kembali mendidih, menyusul terbunuhnya pejuang HAMAS, Mohieddin Sharif. Ia diketemukan tak bernyawa disamping mobil yang hancur berantakan akibat akibat bom di kota Ramallah, Tepi Barat, Minggu lalu. Tapi rakyat Palestina baru tahu itu mayat Mohieddin, setelah ada pengumuman dari polisi Palestina, Rabu lalu.

Menurut hasil otopsi, Mohieddin tewas akibat ditembak tiga kali, tiga jam sebelum mobil meledak. Si pembunuh lantas meletakkan mayat tokoh gerakan Izzeddin al-Qassam ini di dekat sebuah mobil berplat nomor Israel, yang kemudian diledakkan dengan remote control.

Berita itu langsung memancing amarah warga Palestina, yang kian frustasi melihat kecongkakan pemerintah Zionis pimpinan PM Benyamin Netanyahu mengingkari perjanjian damai Oslo. Anak-anak muda di Bethlehem yang menuntut balas kematian pujaannya, melempari tentara Israel dengan batu, yang dibalas gas air mata dan peluru karet.
Baca selengkapnya “Provokasi Baru Zionis”

Israel Tolak Kembalika Masjid Ibrahim Hebron

Al Khalil Kembali Tanpa Masjid Ibrahim

Oleh: Mansyur Alkatiri

Majalah UMMAT, No. 16 Thn. II/ 3 Februari 1997

Arafat dan Netanyahu menyepakati perjanjian tentang al-Khalil. Tapi Masjid Ibrahim tetap dikuasai Yahudi Israel.

MASJID IBRAHIM.  Yahudi tetap bercokol
MASJID IBRAHIM. Yahudi tetap bercokol

Warga Palestina bersiap menyambut pemindahan kekuasaan dari Israel ke Otoritas Palestina di al-Khalil (Hebron). Poster-poster Presiden Yasser Arafat berukuran besar mulai muncul di jalan-jalan, Rabu kemarin. Mobil-mobil polisi berwarna biru dan agen-agen polisi berpakaian sipil dari Dinas Keamanan Preventif, juga mulai kelihatan.

Kepala dinas keamanan Palestina sendiri, Jibril Rajoub, yang kelahiran al-Khalil, mungkin akan memindahkan markasnya dari Jericho ke kota tempat makam Nabi Ibrahim itu. Dibanding kota-kota lainnya yang sudah diserahkan Israel, keamanan di al-Khalil memang paling rawan dan mudah meledak. Meski jumlahnya hanya 450 dibanding 150.000 warga Palestina, pemukim Yahudi di al-Khalil sangat ekstrem. Aksi sadis Baruch Goldstein 1994 dan Noam Friedman awal tahun baru lalu hanyalah salah satu contoh kebrutalan mereka. Maka pemindahan markas ke al-Khalil cukup beralasan.
Baca selengkapnya “Israel Tolak Kembalika Masjid Ibrahim Hebron”